News Update
Nasional

Bahlil Buka Opsi Moratorium Smelter Nikel di Tengah Oversupply 2,5 Juta Ton

Bahlil Lahadalia membuka opsi moratorium smelter nikel setengah jadi karena pasokan global berlebih dan menekan harga nikel dunia.

Memuat gambar...
Bahlil Buka Opsi Moratorium Smelter Nikel di Tengah Oversupply 2,5 Juta Ton

Foto: Ivan / Pexels

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka opsi moratorium pembangunan smelter nikel penghasil produk setengah jadi pada 7 Oktober 2026. Wacana ini muncul di tengah risiko kelebihan pasokan global.

Bahlil menyebut mayoritas smelter yang beroperasi masih menghasilkan produk setengah jadi dengan tingkat pengolahan sekitar 50-60 persen. Kelebihan pasokan nikel disebut mencapai sekitar 2,5 juta ton, kondisi yang menekan harga nikel dunia.

Pemerintah masih mengkaji industri yang dilanjutkan dan yang dibatasi, lalu akan melaporkan pembahasannya kepada Presiden Prabowo Subianto. Industri yang menghasilkan produk hilir secara langsung akan lebih didorong dalam industri nasional.

Bagi pasar komoditas, opsi ini menandai penataan kapasitas pengolahan nikel untuk merespons tekanan harga akibat oversupply, bukan keputusan moratorium yang sudah ditetapkan pemerintah.

Sumber: Antara

Berita lainnya