Brent Tembus US$105, Wall Street Melemah Didorong Kekhawatiran Inflasi
Wall Street melemah saat Brent melonjak ke atas US$105 per barel dan yield Treasury 10 tahun bertahan di 5,32%.

Foto: https://kaboompics.com/ / Pexels
Wall Street dibuka melemah pada Kamis, 8 Oktober 2026. Dow Jones turun 0,35% ke 51.001,38, S&P 500 turun 0,37% ke 7.772,87, dan Nasdaq turun 0,49% ke 27.403,64.
Kontrak berjangka Brent melonjak 4,9% ke atas US$105 per barel karena kekhawatiran pasokan Timur Tengah setelah serangan terhadap pelayaran di Teluk dan Selat Hormuz. Yield Treasury 10 tahun bertahan di 5,32%, dekat level tertinggi sejak 2002.
Tekanan menjalar ke saham teknologi. Amazon.com, Tesla, dan Nvidia turun 0,4%-1%, sedangkan Marvell Technology, AMD, dan Intel terkoreksi sekitar 2%. Micron Technology melemah 1,3%. Saham Broadcom dan Oracle juga turun.
Harga energi dan yield tinggi menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi menjelang musim laporan keuangan. Christopher Waller dari The Fed mengisyaratkan fleksibilitas laju kenaikan suku bunga, sementara pasar memperkirakan suku bunga bertahan pada Oktober.
Sumber: Kontan





