Cadangan Devisa RI Turun Tipis Jadi US$146,3 Miliar
Cadangan devisa Indonesia turun US$0,2 miliar pada September, tetapi tetap menopang ketahanan rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.

Foto: Mathias Reding / Pexels
Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 sebesar US$146,3 miliar, turun US$0,2 miliar dari Agustus. BI merilis data itu pada 7 Oktober 2026. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai posisi ini ikut menopang ketahanan rupiah.
Cadangan tersebut setara pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi ini masih di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Perubahan cadangan dipengaruhi penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi rupiah oleh BI.
Pada pembukaan perdagangan Kamis, rupiah menguat 16 poin atau 0,09 persen ke Rp17.871 per dolar AS dari Rp17.887. Josua memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.850-Rp17.950, sementara notulen FOMC menunjukkan seluruh 19 anggota voting mendukung kenaikan suku bunga.





