Coins.ph Hadapi Risiko Sanksi BSP, Izin Operasi Terancam
BSP dikabarkan mempertimbangkan sanksi terhadap Coins.ph terkait layanan bagi perusahaan judi luar negeri; izin bursa disebut berisiko dicabut.

Foto: Arthur Shuraev / Pexels
Coins.ph, bursa kripto terbesar Filipina, menghadapi kemungkinan sanksi dari Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), termasuk pencabutan izin, menurut laporan pada 13 Oktober 2026 yang mengutip dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Dugaan pelanggaran berkaitan dengan layanan bagi perusahaan judi luar negeri yang dibatasi. Sejumlah operator judi disebut beralih ke Coins.ph setelah aturan BSP membatasi akses judi melalui aplikasi dompet elektronik. Perusahaan dan bank sentral belum memberikan komentar.
Pada awal Oktober, BSP juga dilaporkan membatasi transfer masuk ke DCPay Philippines, perusahaan dompet utama Coins.ph. Pemberitaan lain menyebut pembatasan berlaku pada setoran InstaPay dan PESONet, sementara transfer keluar tetap tersedia. Tidak disebutkan batas waktu pembatasan.
Coins.ph memiliki lebih dari 18 juta pelanggan, volume transaksi spot 24 jam sekitar US$50 juta, serta menguasai sekitar 75%-80% likuiditas peso terhadap stablecoin di Filipina. Risiko pencabutan izin dapat mengganggu ekosistem kripto setempat dan akses likuiditas, tetapi belum ada dampak harga pasar yang dilaporkan.
Sumber: CoinDesk





