News Update
Nasional

DEN Tekankan Perencanaan B50 untuk Jaga Pasokan dan Ekspor

DEN menekankan perencanaan B50 perlu menyeimbangkan pasokan domestik, ekspor, dan efisiensi subsidi; program diproyeksikan menghemat devisa Rp170 triliun pada 2026.

Memuat gambar...
DEN Tekankan Perencanaan B50 untuk Jaga Pasokan dan Ekspor

Foto: Engin Akyurt / Pexels

DEN menilai perencanaan jangka panjang sektor energi perlu disusun terukur dan seimbang. Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto menyampaikan hal itu dalam diskusi di Jakarta, Selasa (6/10/2026), dengan menyoroti kebutuhan domestik, ekspor, dan efisiensi subsidi.

Contoh yang dibahas ialah mandatori biodiesel B50, yang mulai berlaku Juli 2026 dan memakai minyak sawit mentah (CPO) sebagai bahan baku. DEN meminta manfaat dan biaya kebijakan dihitung menyeluruh, terutama saat harga minyak dunia bergerak karena ketegangan geopolitik.

Program B50 diproyeksikan mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 44,46 juta ton CO2 ekuivalen serta menghemat devisa hingga Rp170 triliun pada 2026. Kebijakan itu juga diperkirakan menambah nilai CPO dan menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.

Seto menyebut campuran biodiesel berpotensi menekan subsidi dan membuat solar industri lebih murah dibanding tanpa biodiesel. Namun, tambahan serapan CPO perlu diimbangi peningkatan produktivitas dan pasokan agar kebutuhan domestik terpenuhi tanpa mengganggu ekspor.

Sumber: Antara

Berita lainnya