Dompet Stablecoin P2P Tiongkok Melonjak 43 Kali, Korea Capai US$449,1 Miliar
Chainalysis mencatat lonjakan dompet stablecoin P2P di Tiongkok, sementara Korea Selatan memimpin ekonomi kripto Asia Timur meski laba bursanya merosot.

Foto: Leeloo The First / Pexels
Laporan Chainalysis yang terbit 8 Oktober 2026 mencatat dompet unik pengirim stablecoin P2P di Tiongkok meningkat 43 kali dari kuartal I 2024 hingga kuartal II 2026, meski aktivitas kripto masih dibatasi pemerintah.
Pada periode Juli 2025-Juni 2026, transaksi stablecoin kustodian mandiri terkait Tiongkok mencapai US$104,1 miliar melalui 18,1 juta transfer. Perputaran kepemilikan 33,2 kali setahun, dibanding rerata global 9,3 kali.
Chainalysis memperkirakan ekonomi kripto Tiongkok sedikitnya US$176 miliar; transaksi domestik P2P menyumbang 59,1%. Korea Selatan menjadi ekonomi kripto terbesar di Asia Timur, senilai US$449,1 miliar, tumbuh 12,3% dibanding periode sebelumnya.
Namun, laba operasional bursa Korea Selatan turun 78% pada paruh pertama 2026. Kontras ini menandakan pertumbuhan aktivitas kripto tidak serta-merta menopang kinerja bursa, sementara artikel tidak mengaitkan data tersebut dengan pergerakan harga aset.
Sumber: Cointelegraph





