IHSG Diproyeksi Bergerak 5.900-6.900 hingga Akhir 2026
IHSG berpeluang pulih pada kuartal IV-2026, tetapi pemulihan diperkirakan selektif di tengah tekanan asing dan faktor global.

Foto: Rafael Minguet Delgado / Pexels
IHSG berpeluang pulih pada kuartal IV-2026, meski lajunya diperkirakan terbatas. Pada perdagangan Jumat (2/10/2026), indeks ditutup di 6.036,88 atau turun 30,18% sejak awal tahun.
Secara kuartalan, IHSG sempat naik sekitar 8% pada kuartal III-2026. Namun, reli Juli-Agustus berbalik terkoreksi sekitar 6,6% pada September, sementara tekanan masih berlanjut memasuki awal Oktober.
Analis menilai kenaikan akhir tahun kemungkinan berupa selective rebound, bukan reli menyeluruh. Proyeksi IHSG berada dalam rentang 5.900-6.900 hingga akhir 2026, dengan saham berfundamental kuat dan valuasi menarik menjadi perhatian.
Tekanan berasal dari kenaikan suku bunga The Fed, imbal hasil US Treasury yang tinggi, dolar AS yang kuat, harga minyak, risiko geopolitik, serta arus dana asing yang keluar Rp107,43 triliun dari pasar reguler secara year to date. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI ikut terdampak pada September.
Sumber: Kontan





