IHSG Naik 1,04% ke 6.093,76, Diproyeksi Konsolidatif Pekan Depan
IHSG menguat pada Jumat, tetapi pekan depan diperkirakan bergerak konsolidatif di rentang 6.000-6.215 di tengah tekanan global.

Foto: Tima Miroshnichenko / Pexels
IHSG ditutup menguat 1,04% atau 62,48 poin ke 6.093,76 pada Jumat (9/10/2026). Namun, Reza Diofanda dari BRI Danareksa Sekuritas menilai kenaikan itu belum mengonfirmasi pembalikan tren karena indeks masih di bawah MA20 sekitar 6.244.
Pekan depan, ia memperkirakan indeks berkonsolidasi dengan volatilitas tinggi pada 6.000-6.215. Resistance berada di 6.155 dan 6.215. Jika menembus 6.215, IHSG berpeluang rebound ke MA20; jika turun di bawah 6.000, support berikutnya 5.854.
Risiko datang dari sikap hawkish Federal Reserve, naiknya imbal hasil US Treasury, rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS, serta Brent di atas US$100 per barel. Faktor tersebut menambah kekhawatiran inflasi global.
Investor akan menanti CPI AS pada 14 Oktober, PPI pada 15 Oktober, serta data harga impor dan ekspor AS pada 16 Oktober. Angka-angka itu dapat mengubah ekspektasi suku bunga The Fed, arah dolar AS, dan arus dana asing ke pasar berkembang, termasuk Indonesia.
Sumber: Kontan





