Imas Damayanti: Konflik Teluk Buka Peluang Relokasi Modal ke RI
Imas Damayanti menilai Indonesia berpeluang menarik modal yang keluar dari kawasan Teluk, termasuk saat perusahaan mencari lokasi kantor regional yang lebih aman.

Foto: DΛVΞ GΛRCIΛ / Pexels
Peneliti Junior CSED INDEF Imas Damayanti pada Kamis (15/10) menilai konflik berkepanjangan di Timur Tengah berdampak buruk bagi Indonesia, tetapi juga mendorong pergeseran modal dari negara-negara Teluk. Ia meminta pemerintah menangkap peluang investasi tersebut.
Menurut Imas, ketidakpastian keamanan dan penutupan jalur udara maupun laut mengancam kegiatan ekonomi di kawasan Teluk. Penutupan ruang udara berpotensi mengurangi belanja wisatawan internasional sebesar 58 miliar dolar AS, sementara proyek properti dan digital di Dubai serta Doha terancam terhambat.
Ia menyebut sejumlah perusahaan multinasional yang sebelumnya merencanakan kantor pusat regional di Riyadh dan Dubai mulai mempertimbangkan lokasi lebih aman di Asia Tenggara. Indonesia, menurutnya, termasuk negara ASEAN yang relatif aman dari konflik maritim dan udara.
Imas, yang juga pengamat ekonomi syariah Universitas Paramadina, mendorong pemerintah bergerak cepat menarik aliran modal masuk. Jika terealisasi, arus tersebut berpotensi mendukung penguatan rupiah, pertumbuhan pasar, dan pembangunan nasional; belum ada angka investasi yang disebutkan.
Sumber: Antara





