PMI AS 58,4, Peluang Kenaikan Bunga The Fed Menguat
PMI AS dan data tenaga kerja yang kuat mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, menekan IHSG dan rupiah.

Flash Composite PMI AS naik menjadi 58,4 pada September 2026 dari 56,0 pada Agustus, jauh di atas ekspektasi 55,2. Pada Jumat (25/9), klaim awal pengangguran turun menjadi 197.000 dari ekspektasi 201.000.
Data tersebut memperkuat perkiraan pasar bahwa The Fed berpeluang menaikkan suku bunga pada Oktober dan Desember, masing-masing di atas 50%. Yield US Treasury 10 tahun sempat mencapai 5,19%, tertinggi sejak 2007.
Tekanan global merambat ke aset Indonesia. IHSG turun 0,90% ke 6.241 sepanjang pekan, sedangkan rupiah melemah ke Rp17.893 per dolar AS. Di sisi lain, yield IndoGB 10 tahun turun menjadi 7,10% dan yield SRBI ikut menurun.
Kenaikan suku bunga global menjadi tema utama, sementara pasar Indonesia bergerak berbeda arah di tengah tekanan eksternal dan aksi jual asing.





