RKAB Tambang Terintegrasi Hilirisasi Tak Dipangkas, Kata ESDM
ESDM menjamin pasokan bahan baku melalui RKAB bagi tambang yang terintegrasi dengan fasilitas hilirisasi tidak dipangkas.

Foto: Wolfgang Weiser / Pexels
Kementerian ESDM menjamin pasokan bahan baku tambang dalam RKAB bagi perusahaan yang terintegrasi dengan fasilitas hilirisasi tidak dipangkas. Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Cecep Mochammad Yasin menyampaikannya di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Menurut Cecep, pemerintah memberi prioritas tinggi kepada perusahaan tambang terintegrasi untuk menjaga kepastian bahan baku industri domestik. UU Nomor 2 Tahun 2025 juga memberi kemudahan akses WIUP bagi pelaku hilirisasi tanpa lelang, disertai insentif pendukung.
Dalam forum yang sama, kebutuhan bijih nikel dari smelter terverifikasi disebut sekitar 320 juta ton tahun ini. Produksi awal 2026 ditetapkan 260 juta-270 juta ton dan dievaluasi berdasarkan realisasi kuartal I dan II.
Untuk smelter tanpa tambang, ESDM berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian agar pasokan bijih sesuai kapasitas dan kinerja IUP. Evaluasi RKAB tahunan mengendalikan kuota nasional, menjaga harga komoditas, dan memberi nilai tambah bagi negara.
Sumber: CNN Indonesia





