Situbondo: Serapan Urea 81,70 Persen hingga Awal Oktober
Dispertangan Situbondo mencatat serapan urea 81,70 persen dan NPK 83,23 persen dari alokasi pupuk subsidi 2026.

Foto: Mirko Fabian / Pexels
Dispertangan Kabupaten Situbondo mencatat penebusan pupuk bersubsidi urea mencapai 25.531 ton atau 81,70 persen dari alokasi 31.250 ton pada Januari hingga awal Oktober 2026. Plt Kepala Dispertangan Quratul Aini menyampaikan data tersebut pada Sabtu, 10 Oktober.
Serapan NPK tercatat 24.711 ton atau 83,23 persen dari alokasi 29.691 ton. Sementara itu, pupuk ZA terserap 114 ton, setara 55,98 persen dari alokasi 204 ton pada tahun ini.
Mulai 1 September 2026, petunjuk teknis penyaluran dan penebusan pupuk subsidi berubah untuk menekan celah penyelewengan, terutama dalam penebusan berkelompok. Kebijakan revisi Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian itu telah disosialisasikan kepada gabungan kelompok tani di Situbondo.
Surat kuasa penebusan kini mencakup maksimal 20 NIK, dari sebelumnya 30. Petani yang diwakilkan harus berasal dari kelompok tani yang sama dan masih hidup; KTP asli pemberi kuasa juga diwajibkan. Data ini menggambarkan penyerapan serta tata kelola distribusi pupuk di Situbondo, bukan pergerakan harga pasar.
Sumber: Antara





