AMMN Diproyeksikan Jual 124.000 Ton Katoda Tembaga pada 2026
CGS memproyeksikan pertumbuhan AMMN ditopang kenaikan kadar bijih, utilisasi smelter, dan penjualan produk hilir.

Foto: Francesco Ungaro / Pexels
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) diproyeksikan memasuki fase produksi yang lebih menguntungkan di Batu Hijau, NTB. Analis CGS International Sekuritas Joanne Ong menilai kadar bijih dan konsistensi produksi membaik pada tahun kedua Phase 8, yang dimulai Mei 2025.
CGS memperkirakan pendapatan tumbuh dengan CAGR 10% pada 2026-2028, seiring harga tembaga dan operasi hilir. Smelter serta fasilitas pemurnian logam mulia aktif penuh sejak Juli 2026; penjualan katoda tembaga diproyeksikan 124.000 ton dan emas murni 243.000 ons troi pada 2026.
CGS juga memproyeksikan rasio utang bersih terhadap ekuitas turun dari 1,1 kali pada 2025 menjadi 0,3 kali pada 2028, sementara EPS tumbuh dengan CAGR 29% pada 2026-2028. Sekuritas itu memulai cakupan AMMN dengan rekomendasi add dan target Rp7.000 per saham.
Harga AMMN pada Jumat (9/10/2026) berada di Rp4.410, naik 4,01%, tetapi turun 9,26% dalam sebulan. Peningkatan kadar bijih, utilisasi smelter, dan pengurangan utang menjadi katalis; risiko regulasi, operasi, serta perpanjangan IUPK setelah 2030 tetap ada.
Sumber: Kontan





