IHSG Jatuh 11,57% ke 5.185,11, Sentimen MSCI Bayangi Pekan Depan
IHSG anjlok 11,57% ke 5.185,11 setelah trading halt, dipicu kekhawatiran atas usulan MSCI mengubah status pasar Indonesia menjadi standalone market.

Foto: Yan Krukau / Pexels
IHSG jatuh 11,57% atau 678,67 poin ke 5.185,11 pada Jumat (16/10/2026), setelah trading halt ketika indeks merosot 8% di awal sesi. MSCI membuka konsultasi perubahan status Indonesia.
Usulan itu mengubah klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai langkah tersebut memicu krisis kepercayaan terhadap transparansi dan tata kelola pasar saham nasional.
Net sell asing disebut mencapai Rp3,4 triliun pada Jumat, sementara akumulasi jual bersih tahun berjalan sekitar Rp114 triliun. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI turut menghadapi tekanan jual di pasar domestik.
Usulan reklasifikasi belum final. William Hartanto melihat IHSG masih dalam strong downtrend, dengan support 5.000 dan resistance 5.334. Konsultasi berlangsung hingga 30 April 2027 dan keputusan akhir dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.
Sumber: Kontan





