News Update
Komoditas

Batu Bara Naik 0,64% Sepekan, Peluang Ekspor Akhir Tahun Menguat

Harga batu bara naik 0,64% dalam sepekan, sementara permintaan musiman Asia berpotensi membuka peluang tambahan ekspor bagi Indonesia dan Australia.

Memuat gambar...
Batu Bara Naik 0,64% Sepekan, Peluang Ekspor Akhir Tahun Menguat

Foto: Mahidul Islam Nakib / Pexels

Harga batu bara ditutup US$150,5 per ton pada Jumat (9/10/2026), naik 0,03% setelah turun dua hari. Sepekan, harga menguat 0,64% untuk pekan ketiga beruntun dan sempat mencapai US$152,95 per ton, tertinggi sebulan.

Pendorongnya meliputi harga minyak yang tinggi, kendala pasokan Indonesia, dan prospek kebutuhan musim dingin. BPS mencatat ekspor Januari-Agustus 2026 turun 9,33% menjadi 227,7 juta ton. Pada Agustus, pengiriman 36,1 juta ton, turun 25,3% tahunan menurut Kpler.

Kekeringan, pendangkalan Sungai Barito, dan ketidakpastian kebijakan produksi menekan pasokan. Batu bara termal yang lebih murah daripada LNG dapat mendukung permintaan. Impor China, Jepang, dan Korea Selatan berpotensi naik 20 juta ton pada kuartal IV dibanding kuartal III.

Indonesia dan Australia berpeluang meraih pesanan tambahan. Ekspor gabungan rata-rata 192,5 juta ton pada kuartal IV 2023-2025, versus 159 juta ton pada Juli-September 2026. Pola musiman dapat menambah hampir 30 juta ton; realisasinya bergantung pada kebutuhan energi dan keputusan pembeli.

Sumber: CNBC Indonesia

Berita lainnya