Beras Premium Ritel Tersendat, Stok di PIBC 40-50 Ribu Ton
Awalil Rizky menilai pasokan beras premium di ritel tersendat karena penertiban produsen, sementara stok di PIBC diperkirakan 40-50 ribu ton.

Ekonom Bright Institute Awalil Rizky pada Sabtu menilai tersendatnya beras premium di ritel modern terjadi akibat penertiban produsen yang diduga melanggar aturan, bukan gangguan swasembada. Penyesuaian produsen membuat pasokan ke gerai terhambat sementara.
Di Pasar Induk Beras Cipinang, stok hingga awal Oktober diperkirakan 40 ribu-50 ribu ton, dengan arus perdagangan 1,8 ribu-2,5 ribu ton per hari. Bapanas menyebut harga grosir beras premium kemasan besar masih Rp12.860-Rp14.200 per kilogram.
Data BPS yang dikutip Bapanas mencatat produksi beras Januari-Agustus 2026 sebesar 25,29 juta ton, naik 0,07 persen secara tahunan. Luas panen padi Januari-November diperkirakan 10,56 juta hektare.
Pasokan nonritel disebut melimpah. Pemerintah dan Bulog menyiapkan distribusi ke ritel, sementara Satgas Pangan mengawasi dugaan penyimpangan. Stok dan harga grosir menunjukkan pasokan nasional terjaga, meski beras premium di sebagian gerai masih menyesuaikan.
Sumber: Antara





