News Update
Nasional

BI: Inflasi AS Tekan Rupiah Dekati Rp18 Ribu per Dolar

BI menyebut inflasi AS, ekspektasi suku bunga The Fed, dan konflik Timur Tengah menekan rupiah, meski pelemahan QTD masih 0,17 persen.

Memuat gambar...
BI: Inflasi AS Tekan Rupiah Dekati Rp18 Ribu per Dolar

Foto: Emilia Siedlaczek / Pexels

BI menyebut rupiah tertekan oleh inflasi AS yang melampaui perkiraan, ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih agresif, serta ketidakpastian konflik Timur Tengah. Erwin G. Hutapea dari BI menyampaikan penjelasan itu pada Kamis (15/10).

Ketidakpastian geopolitik menjaga harga minyak di atas US$105 per barel dan meningkatkan risiko fiskal. Indeks dolar AS (DXY) sempat mencapai level tertinggi sejak Mei 2025, sementara imbal hasil US Treasury dua tahun naik 12 basis poin ke 4,90 persen.

BI menyatakan pelemahan rupiah secara quarter-to-date masih terbatas 0,17 persen dan sejalan dengan mata uang kawasan. Cadangan devisa Indonesia tercatat US$146,3 miliar pada akhir September 2026.

Untuk menjaga stabilitas, BI melakukan intervensi melalui NDF offshore, transaksi spot dan DNDF domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Tekanan global itu mendorong penguatan dolar AS dan arus keluar dana dari aset portofolio pasar berkembang.

Sumber: CNN Indonesia

Berita lainnya