Bima Dorong Hilirisasi Garam, Produksi 2025 Capai 119.311,24 Ton
Pemkab Bima mendorong pengolahan garam di daerah melalui fasilitas washing plant senilai sekitar Rp13 miliar, di tengah produksi 2025 sebesar 119.311,24 ton.

Foto: HUAHIN PILOT LAND & REAL ESTATE DRONER / Pexels
Pemerintah Kabupaten Bima mendorong pengolahan garam di daerah untuk meningkatkan nilai tambah, setelah produksi pada 2025 tercatat 119.311,24 ton-turun 8,35 persen dari 2024. Fasilitas washing plant di Desa Donggobolo, Kecamatan Woha, dibangun dengan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan sekitar Rp13 miliar.
Fasilitas dengan kapasitas gudang hingga 2.000 ton itu mencuci, memurnikan, dan memberi yodium pada garam. Pemkab juga meluncurkan produk konsumsi Garam Merah Putih Bima. Bahan baku garam Bima selama ini dipasarkan ke sejumlah wilayah Indonesia dan dikirim untuk diolah, antara lain ke pabrik di Jawa Timur.
Sebagian besar hasil tambak masih berkualitas KW2 dan KW3. Pengolahan lokal berpeluang memperluas pasokan untuk sektor pertambangan, kimia, kosmetik, serta makanan dan minuman, tetapi manfaat bagi petani bergantung pada penyerapan pasar dan harga yang layak. Akses jalan dan penyimpanan juga masih menjadi tantangan bagi sentra produksi.
Sumber: Antara





