Cadangan Saprolit Nikel Diperkirakan Bertahan 9 Tahun
Perhapi mendesak moratorium smelter pirometalurgi baru saat pasokan nikel global berlebih dan cadangan saprolit Indonesia tertekan.

Foto: David McElwee / Pexels
Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli pada Jumat (9/10/2026) mendesak moratorium smelter nikel pirometalurgi penghasil produk setengah jadi. Menurutnya, kebijakan ini mendesak untuk menekan kelebihan pasokan global.
Data Badan Geologi 2025 mencatat cadangan nikel Indonesia 5,3 miliar ton, termasuk 3,1 miliar ton saprolit. Jika smelter yang beroperasi dan yang segera rampung berjalan penuh, kebutuhan bijih diperkirakan 300 juta-400 juta ton per tahun; cadangan saprolit bisa bertahan sekitar sembilan tahun.
Pasokan global diperkirakan berlebih 2,5 juta ton dan telah menekan harga nikel. Rizal menyebut pengetatan kuota dapat membuat sejumlah smelter dirasionalisasi atau berhenti sementara karena kekurangan bijih. Pasokan impor dari Filipina dan Kaledonia Baru disebut sebagai opsi, tetapi pasokan Filipina terbatas.
Pemerintah juga mempertimbangkan moratorium smelter produk antara, seperti disampaikan Bahlil Lahadalia pada 7 Oktober 2026. PP Nomor 28 Tahun 2025 mengatur pembatasan investasi baru untuk smelter nikel produk antara. Bagi pasar, kebijakan pasokan ini menjadi faktor penting di tengah surplus yang menekan harga.
Sumber: Kontan





