CFTC Ajukan Aturan Kripto AS Tanpa Menunggu Kongres
CFTC mengusulkan kerangka federal bagi platform kripto tertentu setelah RUU CLARITY Act gagal maju di Kongres.

Foto: RDNE Stock project / Pexels
Pada 5 Oktober 2026, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mengajukan aturan untuk transaksi dan pasar aset kripto. Ketua CFTC Michael S. Selig mengatakan badan itu akan melanjutkan penyusunan regulasi dengan kewenangan yang berlaku, setelah Kongres gagal memajukan CLARITY Act.
Usulan tersebut mencakup kategori bursa baru bagi platform yang melayani transaksi kripto bermargin, berleverage, atau dibiayai untuk nasabah ritel. Aturan juga mencakup pengendalian manipulasi pasar dan kewajiban bukti cadangan. Platform yang menawarkan transaksi spot biasa tidak diwajibkan mendaftar ke CFTC.
Kerangka ini memberi pilihan pengawasan federal bagi bursa yang memenuhi persyaratan, bukan kewajiban bagi seluruh bursa. CFTC menyebut kewenangannya saat ini tidak cukup untuk mewajibkan semua aset atau bursa kripto berada di bawah pengawasan federal tanpa tindakan Kongres.
Bagi pasar, usulan ini berpotensi memperjelas aturan bagi sebagian pelaku, termasuk platform yang menawarkan perdagangan berleverage. Namun, tanpa undang-undang, ruang lingkupnya terbatas dan aturan dapat menghadapi tantangan hukum atau berubah seiring iklim politik. Tidak ada dampak harga aset tertentu yang dinyatakan dalam laporan.





