Cobre Panama Tetap Beroperasi Usai Gempa 7,7 Magnitudo
Fasilitas Cobre Panama dilaporkan tetap stabil setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Panama pada 9 Oktober; data pergerakan harga tembaga tidak disebutkan.

Foto: Emilio Sánchez Hernández / Pexels
Cobre Panama melaporkan fasilitas produksi dan infrastrukturnya tetap stabil setelah gempa mengguncang Panama pada Jumat, 9 Oktober. USGS mencatat magnitudo 7,7; lebih dari 40 gempa susulan terjadi dalam beberapa jam berikutnya.
Tambang terbuka di sisi Karibia Panama itu dioperasikan anak usaha First Quantum Minerals dari Kanada. Cobre Panama merupakan tambang tembaga terbuka terbesar di Amerika Tengah.
Produksi konsentrat tembaganya tercatat sekitar 300.000-350.000 ton per tahun. Investasi tambang disebut melampaui US$10 miliar. Laporan tidak menyatakan adanya kerusakan fasilitas ataupun penghentian operasi akibat gempa.
Kabar operasi yang tetap berjalan mengurangi kekhawatiran langsung atas gangguan pasokan dari tambang tersebut. Namun, tidak ada data harga tembaga atau reaksi pasar yang dicantumkan, sehingga dampak pada harga komoditas belum dapat dipastikan.
Sumber: SMM (metal.com)





