ESDM Dorong Teknologi Migas AS untuk Target 1 Juta Barel per Hari
ESDM mendorong kolaborasi teknologi migas dengan perusahaan AS untuk membantu mencapai target produksi 1 juta barel per hari pada 2030.

Foto: Виктор Соломоник / Pexels
Pada 2 Oktober 2026, Kementerian ESDM mendorong kolaborasi teknologi perusahaan migas Indonesia dan Amerika Serikat untuk mendukung target produksi minyak 1 juta barel per hari pada 2030. Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan dorongan itu di Jakarta.
Yuliot menyoroti teknologi ExxonMobil yang mampu menganalisis 40 terabyte data per detik. Menurutnya, kemampuan tersebut dapat menelaah 200 terabyte data potensi wilayah kerja migas Indonesia dalam waktu kurang dari satu menit, untuk membantu pemetaan prospek.
Saat berada di Houston untuk G20 Energy Abundance Ministerial Meeting pada pertengahan September 2026, Yuliot mengunjungi ExxonMobil. ESDM turut mendorong kolaborasi perusahaan multinasional dan perusahaan domestik, termasuk Pertamina Hulu Energi.
Target lifting pada 2027: 612.500 barel per hari, naik dari target 610 ribu barel per hari pada 2026. Rencana mencakup sumur Madura digarap Petronas dan tambahan produksi sumur berteknologi EOR. Ini mendukung pasokan domestik; artikel tak mencatat reaksi harga pasar.
Sumber: Antara





