FIPGB Minta LNG Non-HGBT US$ 13 per MMBTU Berlaku hingga 2027
FIPGB meminta harga LNG non-HGBT US$ 13 per MMBTU dipertahankan hingga 2027, sementara ESDM belum membahas perpanjangan insentif.

Foto: Diego F. Parra / Pexels
Pada 3 Oktober 2026, Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Yustinus Gunawan meminta pemerintah mempertahankan harga LNG non-HGBT US$ 13 per MMBTU hingga 2027. Insentif yang berlaku sejak 1 Juli 2026 itu hanya ditetapkan sampai akhir tahun.
Permintaan itu muncul saat pasokan gas murah menyusut. Menurut Yustinus, alokasi HGBT pada September hanya 78% dari kontrak minimum PJBG, lalu dibatasi menjadi 66% pada Oktober. Industri pun menambah pemakaian gas non-HGBT.
Ia menyebut kenaikan kebutuhan energi menjelang musim dingin dan ketegangan geopolitik berpotensi menekan harga. Pemangkasan pasokan mendadak, kata dia, dapat mengganggu operasi serta mengurangi kapasitas produksi manufaktur.
Namun, Dirjen Migas ESDM Laode Sulaeman mengatakan kelanjutan diskon 2027 belum dibahas; kebijakan masih dievaluasi dengan melihat pasar dan geopolitik. Ketidakpastian harga dan alokasi gas menjadi risiko biaya serta produksi industri.
Sumber: Kontan





