IHSG 6.036,88 Berpeluang Rebound Selektif pada Kuartal IV 2026
IHSG diproyeksikan pulih selektif pada kuartal IV 2026, dengan rentang akhir tahun 5.900-6.900 di tengah tekanan rupiah dan arus dana asing.

Foto: AlphaTradeZone / Pexels
IHSG berpeluang pulih secara selektif pada kuartal IV 2026, menurut Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto. Pada Jumat (2/10/2026), indeks ditutup di 6.036,88, turun 30,18% sejak awal tahun.
Rully memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang 5.900-6.900 hingga akhir 2026. Ia menilai rebound tidak akan merata karena rupiah tertekan, imbal hasil US Treasury tinggi, dolar AS kuat, serta dana asing di pasar reguler yang menguap Rp107,43 triliun secara YTD.
Data BEI menunjukkan IHSG turun 19,93% secara kuartalan dan 18,54% secara tahunan pada kuartal II 2026. Pada kuartal III, indeks masih naik sekitar 8%, tetapi terkoreksi sekitar 6,6% pada September.
Sektor perbankan tetap menarik secara selektif. BBCA disebut memiliki posisi likuiditas relatif lebih baik, sementara BBCA, BBRI, dan BMRI sebelumnya menjadi penopang lalu sumber tekanan saat dana asing berbalik keluar. Kondisi ini membuat pemulihan pasar diperkirakan terbatas dan tidak merata.
Sumber: Kontan





