Investasi Hilirisasi Rp300,1 Triliun, Wamenko Soroti Keterlibatan UMKM
Dradjad Hari Wibowo menilai hubungan investasi besar dengan UMKM belum optimal; investasi hilirisasi semester I 2026 mencapai Rp300,1 triliun.

Foto: Wiseboy Wissebo / Pexels
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menilai hubungan investasi berskala besar dengan usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) belum optimal. Ia menyampaikan sorotan itu pada Rakernas III Hippi 2026 di Jakarta, Senin (12/10).
Menurut Dradjad, keterkaitan antarskala usaha perlu diperkuat agar pelaku domestik ikut memanfaatkan peluang investasi. Pada semester I 2026, investasi hilirisasi tercatat Rp300,1 triliun, tumbuh 6,9 persen tahunan dan setara 29,7 persen dari total investasi nasional.
Pemerintah mendorong produk dalam negeri melalui belanja pemerintah, penyederhanaan sertifikasi TKDN, serta kolaborasi dengan industri dan lembaga pembiayaan. Konektivitas dan logistik dinilai penting untuk menekan biaya usaha dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Hingga 22 September 2026, Satgas P3M-PPE menuntaskan 135 dari 190 aduan usaha. Aduan itu mencakup investasi lebih dari Rp625 triliun dan sekitar 31 ribu tenaga kerja. Kebijakan ini berpotensi memperluas peran pemasok lokal; artikel tidak menyebut reaksi harga aset.
Sumber: Antara





