MSCI dan Pelajaran Pakistan: Risiko Arus Keluar Dana dari Saham RI
Mirae Asset menilai risiko utama jika saham RI turun status di MSCI adalah arus dana keluar bertahap dan tekanan valuasi, bukan pembekuan perdagangan seperti di Pakistan.

Foto: Tima Miroshnichenko / Pexels
Dalam riset 16 Oktober 2026, analis Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nurkholis Syafruddin membandingkan risiko penurunan status saham Indonesia di MSCI dengan pengalaman Pakistan. MSCI mengumumkan pada 10 Desember 2008 bahwa Pakistan keluar dari kelompok emerging market efektif 31 Desember tahun itu.
Di Pakistan, valuasi forward price-to-book indeks MSCI turun dari 1,70 kali menjadi 0,64 kali pada Januari 2009. Penurunan itu juga terjadi di tengah krisis keuangan global. Setelah masuk kelompok frontier pada Mei 2009, valuasinya pulih ke 1,58 kali setahun kemudian.
Untuk Indonesia, MSCI membekukan kenaikan foreign inclusion factor pada 27 Januari 2026. Sejak itu, valuasi saham RI turun sekitar 19% secara relatif terhadap pasar emerging market. Saat ini, rasio forward PE tercatat 8,5 kali dan forward PB 1,38 kali.
Nurkholis menilai tekanan bertahap akibat arus dana keluar lebih mungkin terjadi selama perdagangan tetap bebas dan tak ada krisis global. Risiko utama adalah keluarnya dana dan turunnya valuasi. Mirae menyebut penegakan sanksi atas manipulasi pasar dan aturan minimum free float dengan tenggat sebelum 30 April 2027 sebagai langkah pemulihan kepercayaan.
Sumber: Kontan





