Jawa Barat Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Sirkular 2026-2045
Peta jalan ekonomi sirkular Jawa Barat diluncurkan dengan fokus pengurangan limbah pangan serta target pertumbuhan ekonomi dan penurunan emisi hingga 2045.

Foto: DS stories / Pexels
Bappenas melalui Deputi Leonardo A.A. Teguh Sambodo menekankan perlunya perubahan menyeluruh dalam pengelolaan ekonomi dan lingkungan saat peluncuran Peta Jalan dan Rencana Aksi Ekonomi Sirkular Jawa Barat 2026-2045. Agenda itu digelar bersama Pemprov Jabar dan EUICF.
Kajian Bappenas menyebut susut dan sisa pangan Indonesia diperkirakan 23-48 juta ton per tahun; Bandung Raya menyumbang sekitar 1,5 juta ton. Jika pola bisnis saat ini berlanjut, pemborosan pangan berpotensi mencapai 344 kg per kapita per tahun pada 2045.
Jawa Barat mencatat timbulan sampah 3,4 juta ton pada 2025 dan 23 dari 27 kabupaten/kota berstatus darurat sampah. Program FLOWER juga diluncurkan untuk mengurangi kehilangan pangan dan emisi; Pemprov menyebut penerapan ekonomi sirkular berpotensi menekan sampah 45-50 persen.
Peta jalan mencakup tujuh sektor, termasuk pangan, plastik, tekstil dan konstruksi. Implementasinya ditargetkan mendukung pertumbuhan ekonomi Jabar 5,2-6 persen serta penurunan emisi 31,65 persen pada 2045. Artikel ini tidak menyebut dampak pasar langsung atau emiten tertentu.
Sumber: Antara





