Subsidi dan Kompensasi APBN Rp376,8 Triliun hingga September 2026
Belanja subsidi dan kompensasi naik 54,1% menjadi Rp376,8 triliun, dipengaruhi harga minyak, pelemahan rupiah, dan meningkatnya permintaan barang bersubsidi.

Foto: https://kaboompics.com/ / Pexels
Belanja subsidi dan kompensasi APBN mencapai Rp376,8 triliun hingga September 2026, naik 54,1% dibanding periode sama tahun lalu. Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan realisasi itu dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober pada 9 Oktober 2026.
Nilai tersebut terdiri atas subsidi Rp222,5 triliun dan kompensasi Rp154,4 triliun. Masing-masing meningkat 26,4% dan 125% secara tahunan. Kenaikan dipengaruhi harga minyak ICP yang mencapai US$91,9 per barel pada September, dari asumsi US$70.
Tekanan juga datang dari rupiah yang melemah secara tahun berjalan ke Rp17.449 per dolar AS, dibandingkan asumsi Rp16.500. Pembayaran kompensasi kepada BUMN penugasan, termasuk Pertamina dan PLN, kini dilakukan bulanan, bukan triwulanan.
Permintaan barang bersubsidi ikut bertambah, termasuk volume Pertalite dan Solar yang mencapai 13,4 juta kiloliter. Bagi pasar, kombinasi harga energi dan pelemahan rupiah menambah tekanan pada belanja negara; artikel tidak melaporkan reaksi indeks atau saham tertentu.





