Tokenisasi Aset Hadapi Fragmentasi Likuiditas, Stablecoin Capai US$306 Miliar
Panel CONNECT di Singapura menyoroti ketimpangan pasokan dan permintaan aset tokenisasi, sementara kapitalisasi stablecoin tercatat US$306 miliar.

Foto: Werner Pfennig / Pexels
Pada 9 Oktober, Alex Taaffe dari GSR mengatakan pasokan aset dunia nyata (RWA) yang ditokenisasi bertambah lebih cepat daripada permintaan investor. Ia berbicara dalam panel CONNECT di Singapura tentang likuiditas dan fragmentasi pasar; acara tersebut diberitakan pada 16 Oktober 2026.
Taaffe menyebut perdagangan saham pra-IPO, komoditas, dan saham global mulai menawarkan akses yang lebih luas. Namun, penerbitan aset tokenisasi dan bertambahnya jaringan blockchain turut memecah likuiditas. Lingling Jiang dari DWF Labs menambahkan, aset dasar serupa dapat memiliki kumpulan likuiditas terpisah saat diterbitkan oleh pihak berbeda.
Pembahasan stablecoin menyoroti penggunaannya untuk belanja sehari-hari sebagai kunci adopsi. Mike Silagadze dari ether.fi mencontohkan pemegang USDC di Singapura yang tetap memerlukan mata uang lokal untuk membayar tagihan. Peserta panel juga menyinggung pengalaman pengguna dan aturan yang berbeda antarnegara.
Kapitalisasi pasar stablecoin tercatat US$306 miliar, naik sekitar 2% dalam setahun setelah tumbuh sekitar 74% selama 12 bulan sebelumnya. Bagi pasar aset digital, angka ini menunjukkan ekspansi stablecoin berjalan beriringan dengan tantangan pemakaian sehari-hari; likuiditas aset tokenisasi juga belum mengikuti pertumbuhan penerbitan.
Sumber: Cointelegraph





