WTI Berpeluang Uji US$100, Brent Diproyeksi Menguat Pekan Depan
WTI berpeluang menguji US$100 per barel pada pekan depan, sementara Brent diproyeksikan melanjutkan penguatan di tengah sentimen pasar energi global.

Foto: Kristian Bilanžić / Pexels
Brent kontrak Desember 2026 ditutup di US$102,25 per barel pada Jumat (2/10/2026), turun 0,06, namun naik 4,94% dalam sepekan. WTI November 2026 turun 1,89% ke US$91,11 per barel dan melemah 1,41% sepekan.
Untuk pekan depan, WTI diperkirakan memiliki support US$84,60 dan resistance US$100 per barel. Sentimen pasar energi yang masih mendukung membuka peluang pengujian level resistance tersebut.
Pergerakan minyak dipengaruhi kebijakan Amerika Serikat yang melarang ekspor solar. Penurunan pasokan solar global disebut berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah. Inflasi AS yang melandai juga dapat menjadi pertimbangan The Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober.
Indeks dolar AS berada di 101,93, naik 0,95% sepekan dan 3,06% secara bulanan. Penguatan dolar berpotensi menekan komoditas berdenominasi dolar, sehingga arah suku bunga AS tetap menjadi perhatian pelaku pasar.
Sumber: Kontan





