Batu Bara: Newcastle US$136-US$146/ton Topang Prospek Emiten
Pasokan yang mengetat dan harga Newcastle menopang prospek ITMG, PTBA, AADI, serta BUMI, meski biaya operasional dan kuota produksi berisiko menekan margin.

Prospek kinerja emiten batu bara diperkirakan tetap solid hingga akhir 2026, ditopang pasokan domestik yang mengetat, pemulihan harga global, dan permintaan listrik Asia. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyampaikan pandangan itu pada 2 Oktober 2026.
Harga indeks Newcastle berada di kisaran US$136-US$146 per ton. ITMG menjual 12,3 juta ton pada semester I 2026, naik 5% meski produksinya turun sekitar 5% tahunan; proyeksi produksi setahun dinaikkan menjadi sekitar 23 juta ton setelah revisi kuota disetujui Kementerian ESDM.
PTBA meraih laba bersih sekitar Rp2,7 triliun pada semester I, melonjak 218% tahunan, didorong harga jual rata-rata yang naik 20% dan stripping ratio lebih rendah. AADI membukukan laba US$474 juta (Rp8,48 triliun), tumbuh 11%.
BUMI mencatat produksi naik 12% dan penjualan tumbuh 14%, dengan stripping ratio 7,7 kali. Namun, kenaikan biaya bahan bakar dan stripping ratio serta ketidakpastian kuota RKAB bisa menekan margin. Dinamika biaya dan harga menjadi risiko bagi saham sektor ini.
Sumber: Kontan





