Bauksit Guinea 168.000 Ton Tiba di Fangchenggang, Jalur ke Chongqing Dipangkas 25 Hari
Bauksit Guinea sebanyak 168.000 ton mulai dikirim dari Fangchenggang ke Wanzhou, Chongqing, melalui jalur laut-rel yang memangkas waktu angkut sekitar 25 hari.

Foto: Nothing Ahead / Pexels
Kapal pengangkut 168.000 ton bauksit impor asal Guinea merapat di Fangchenggang pada 1 Oktober. Kargo itu dibongkar, ditumpuk, lalu disalurkan melalui rel; pengiriman perdana menuju Wanzhou, Chongqing, berlangsung pada 3 Oktober.
Beibu Gulf Port Co. menyampaikan perkembangan tersebut pada 7 Oktober. Rute baru menghubungkan tambang di luar negeri, pelabuhan Beibu Gulf, dan jalur kereta langsung ke Chongqing. Pengiriman ini memasok bahan baku untuk fasilitas produksi Bosai Minerals di Wanzhou.
Dibandingkan rute tradisional yang mengandalkan angkutan sungai-laut melalui Yangtze, pola laut-rel ini memangkas waktu transportasi keseluruhan sekitar 25 hari. Jalur baru tersebut menjadi alternatif pengiriman bauksit ke kawasan Chongqing.
Bagi pasar bahan baku aluminium, rute yang lebih cepat berpotensi memperlancar pasokan bauksit bagi fasilitas pengolahan di Wanzhou. Namun, informasi ini tidak menyertakan perubahan harga bauksit, alumina, atau aluminium maupun volume pasokan lanjutan, sehingga dampak harga belum dapat dipastikan.
Sumber: SMM (metal.com)





