News Update
Nasional

Ekspor Produk Nikel Naik 69,3 Persen pada Semester I 2026

CORE menilai hilirisasi nikel mulai mengubah struktur ekonomi lewat kenaikan ekspor, PNBP, dan industri pengolahan domestik.

Memuat gambar...
Ekspor Produk Nikel Naik 69,3 Persen pada Semester I 2026

Foto: Safi Erneste / Pexels

Peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet pada 4 Oktober 2026 menilai hilirisasi nikel mulai mengubah struktur ekonomi Indonesia. Pada semester I 2026, ekspor nikel dan barang daripadanya naik 69,3 persen menjadi 6,54 miliar dolar AS atau sekitar Rp117,05 triliun.

Kementerian ESDM mencatat PNBP nikel mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, dibandingkan Rp10 triliun pada periode yang sama 2025. Angka itu tercatat saat produksi bijih nikel per 1 September 2026 mencapai 173,79 juta ton.

Menurut Yusuf, hilirisasi telah menambah nilai komoditas dan mendorong pengolahan di dalam negeri, tetapi sebagian besar output masih berupa produk antara seperti NPI dan feronikel untuk baja nirkarat.

Implikasinya bagi pasar domestik adalah basis industri pengolahan dan penerimaan negara yang lebih kuat. Pendalaman rantai produksi menuju prekursor, katoda, sel baterai, serta manufaktur akhir dinilai menjadi tahap berikutnya agar manfaat ekonomi dan keterlibatan pemasok lokal meluas.

Sumber: Antara

Berita lainnya