News Update
Pasar Modal

Emiten Plastik Hadapi Tekanan Biaya dan Persaingan China hingga 2026

Kenaikan biaya bahan baku dan persaingan produk China menekan prospek emiten plastik, meski PBID mencatat pertumbuhan laba kuat pada semester I-2026.

Memuat gambar...
Emiten Plastik Hadapi Tekanan Biaya dan Persaingan China hingga 2026

Foto: Thirdman / Pexels

Prospek emiten plastik hilir hingga akhir 2026 masih tertekan kenaikan bahan baku, gangguan pasokan naphtha, lemahnya daya beli, suku bunga tinggi, dan persaingan produk China. COGS PBID, PDPP, AKPI, APLI, dan ASPR pada semester I-2026 naik 12%-52%.

PBID mencatat laba bersih Rp410,5 miliar pada semester I-2026, tumbuh 112,1% secara tahunan, dengan net margin 13,1% dan debt to equity 0,07 kali. PDPP membukukan laba Rp46,4 miliar, sedangkan AKPI berbalik mencetak laba Rp66,2 miliar.

Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama menilai rencana bea masuk 0% selama enam bulan untuk polypropylene, polyethylene, LLDPE, dan HDPE dapat menurunkan landed cost. Namun, hasilnya tetap bergantung pada harga minyak, resin, kurs, dan permintaan domestik.

Risiko oversupply serta produk China membuat pemulihan margin berpotensi tidak merata. APLI dan ASPR masih perlu membuktikan konsistensi profitabilitas, sementara leverage PDPP 0,51 kali dan AKPI 0,81 kali menunjukkan tekanan neraca berbeda antar-emiten.

Sumber: Kontan

Berita lainnya