Pasar Reguler Dinilai Kurang Efisien untuk Akuisisi Saham Jumbo
JAKARTA — Investor strategis dan private equity dinilai lebih memilih transaksi crossing di pasar negosiasi ketika hendak mengambil porsi besar saham dan menjadi pemegang saham utama.

JAKARTA — Investor strategis dan private equity dinilai lebih memilih transaksi crossing di pasar negosiasi ketika hendak mengambil porsi besar saham dan menjadi pemegang saham utama. Analisis kanal TumbuhKaya menyebut pembelian 5%–20% atau lebih melalui pasar reguler dapat memerlukan waktu berbulan-bulan.
Akumulasi dalam jumlah besar di pasar reguler juga berpotensi mengerek harga saham serta memicu spekulasi sebelum seluruh posisi terbentuk. Sebaliknya, transaksi di pasar negosiasi memungkinkan harga dan jumlah saham disepakati sejak awal, termasuk dengan skema diskon atau premi terhadap harga reguler. BEI menjelaskan, transaksi di pasar negosiasi berlangsung melalui tawar-menawar individual antara pihak terkait, sedangkan pasar reguler menggunakan pencocokan pesanan berdasarkan prioritas harga dan waktu.
Dampak pasar: Saham yang bergerak mendatar dalam waktu lama tidak otomatis menunjukkan akumulasi investor besar; kondisi itu juga dapat mencerminkan minimnya sentimen atau katalis.
Sumber utama: TumbuhKaya | Sumber pendukung: BEI.





