Rupiah Tembus Rp18.000, Melemah ke Rp18.010 per Dolar AS
Rupiah jatuh ke Rp18.010 per dolar AS, tertekan lonjakan imbal hasil global, ketegangan AS-Iran, dan kenaikan harga minyak.

Rupiah melemah hingga Rp18.010 per dolar AS pada Selasa, 29 September 2026, level terendah sejak 4 Agustus dan menembus ambang Rp18.000. Mata uang Indonesia bertahan dekat level tersebut sepanjang sesi perdagangan.
Tekanan muncul saat imbal hasil US Treasury 10 tahun menembus 5,27%, tertinggi dalam 19 tahun. Dolar berada dekat level tertinggi dua bulan, sementara harga minyak melanjutkan kenaikan. Fakhrul Fulvian dari Trimegah Sekuritas Indonesia menyebut imbal hasil global sebagai pemicu utama dan menyoroti pembelian obligasi agresif Bank Indonesia.
Di pasar saham, indeks acuan Jakarta sempat jatuh 2,2% setelah aturan harga minimum saham baru berlaku, dari Rp50 menjadi Rp1. Kebijakan itu ditujukan untuk memperbaiki likuiditas dan pembentukan harga.
Indeks kemudian memangkas pelemahan menjadi 0,6% pada 07.45 GMT. GOTO termasuk saham yang turun lebih dari 14%, sedangkan BBRI dan BMRI menguat lebih dari 1%. Indeks saham Indonesia tercatat turun 29,29% secara year-to-date.





