Trump Klaim Arus Minyak Hormuz Tertinggi dalam Sejarah
Donald Trump mengklaim volume minyak yang melintasi Selat Hormuz selama tiga malam terakhir mencetak rekor; data pasar menunjukkan ekspor kawasan meningkat, tetapi risiko keamanan masih membayangi.

Foto: Oleksiy Yeshtokyn,π»πΊπ¦π» / Pexels
Presiden AS Donald Trump mengklaim volume minyak yang melewati Selat Hormuz dalam tiga malam terakhir melampaui catatan sebelumnya. Unggahan itu tidak menyertakan angka volume maupun tanggal pernyataan, sehingga klaim rekor tersebut belum dapat dikuantifikasi dari informasi yang tersedia.
Data Kpler yang dikutip Al Jazeera menunjukkan rata-rata ekspor minyak mentah Timur Tengah mencapai 18,3 juta barel per hari pada 30 September, dibandingkan sekitar 18 juta barel per hari selama 12 bulan sebelum perang. Angka itu mencakup ekspor kawasan, bukan hanya minyak yang melintasi Hormuz.
Pemulihan pasokan berlangsung di tengah peningkatan serangan terhadap kapal dan tingginya biaya pengangkutan, asuransi, serta keamanan. Iran membantah arus di jalur tersebut meningkat dan menyatakan jumlah yang melintas masih terbatas, menurut laporan Al Jazeera.
Pada Selasa, 6 Oktober, Brent turun 0,75 persen ke US$99,57 per barel, sementara West Texas Intermediate melemah 1,2 persen ke US$88,37, menurut data Oilprice.com yang dikutip media itu. Arus yang meningkat dapat meredakan kekhawatiran pasokan, tetapi gangguan keamanan berpotensi kembali menekan pasar energi.





