VIVA Rencanakan Konversi Utang Rp1,72 Triliun, Dilusi 72,35%
VIVA berencana menerbitkan maksimal 43,08 miliar saham baru untuk mengonversi utang Rp1,72 triliun; pemegang saham lama diproyeksikan terdilusi 72,35%.

Foto: cottonbro studio / Pexels
PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mengusulkan konversi utang Rp1,72 triliun menjadi saham baru melalui private placement. Keterbukaan informasi perusahaan pada 9 Oktober 2026 menyebut rencana penerbitan maksimal 43,08 miliar saham Seri C dengan harga pelaksanaan Rp40 per saham.
Saham itu akan diberikan kepada PT Mandara Sentra Perdana (MSP), sebanyak 25,27 miliar, dan PT Bina Aksara Muliatama (BAM), 17,81 miliar. Piutang yang dialihkan masing-masing sekitar Rp1,01 triliun dan Rp712,56 miliar.
VIVA memperkirakan liabilitas turun 68,09%, dari Rp2,84 triliun menjadi Rp907,81 miliar. Namun, pemegang saham lama diproyeksikan terdilusi 72,35%. Setelah transaksi, MSP diperkirakan memegang 42,44% dan BAM 29,91% saham perseroan.
RUPSLB dijadwalkan pada 17 November 2026. Konversi berpotensi menekan utang dan beban bunga, tetapi memperkecil porsi pemegang saham lama. Penerbitan serta pencatatan saham diperkirakan berlangsung akhir November hingga pertengahan Desember 2026.
Sumber: Kontan





