Bitcoin Gagal Bertahan di Atas 85 Ribu Dolar saat Imbal Hasil AS Naik

Bitcoin sempat menyentuh 85.000 dolar AS lalu turun, di tengah imbal hasil Treasury tertinggi 19 tahun dan data derivatif yang memberi sinyal berbeda.

#bitcoin #imbalhasiltreasury #thefed #kripto #derivatif

KoinBTC
Kreator Moco
6 menit baca
Memuat gambar...
Bitcoin Gagal Bertahan di Atas 85 Ribu Dolar saat Imbal Hasil AS Naik

Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran 84.500 dolar AS pada Rabu, 30 September 2026, setelah gagal menetapkan pijakan di atas 85.000 dolar AS pada hari yang sama, menurut laporan Invezz. Kenaikan terakhirnya tertahan di sekitar 85.400 dolar AS, level yang belum berhasil diubah pembeli menjadi support.

Di sisi lain layar, imbal hasil obligasi pemerintah AS berada di level tertinggi sekitar 19 tahun. Tenor lima tahun sudah di atas 5%, sedangkan tenor 10 tahun melewati 5,2%. Pada saat yang sama, data derivatif dari K33 Research menunjukkan Bitcoin baru saja melewati pembersihan posisi berutang yang besar tanpa jatuh tajam.

Dua gambaran itu tidak sejalan, dan di situlah tulisan ini bermula: apa yang ditekan oleh imbal hasil, apa yang ditopang oleh struktur pasar, dan data apa yang bisa mengubah keseimbangannya dalam beberapa hari ke depan.

Mengapa Imbal Hasil di Atas 5% Memengaruhi Harga Bitcoin

Imbal hasil (yield) adalah keuntungan tahunan yang diterima pemegang obligasi. Ketika imbal hasil Treasury AS naik, obligasi pemerintah yang relatif aman menawarkan pendapatan lebih besar. Menurut Invezz, kondisi ini membuat investor cenderung kurang bersedia menaruh dana di aset yang lebih fluktuatif, termasuk kripto.

PDF page 1

Mekanismenya bekerja lewat perbandingan. Bitcoin tidak membayar bunga atau dividen, sehingga daya tariknya bergantung pada harapan kenaikan harga. Makin tinggi imbal hasil tanpa risiko yang tersedia, makin tinggi pula syarat yang harus dipenuhi aset berisiko untuk tetap menarik.

Ada bantahan yang masuk akal. Korelasi antara imbal hasil dan harga kripto tidak tetap sepanjang waktu, dan Bitcoin pernah menguat saat imbal hasil naik ketika sentimen pasar sedang kuat. Jadi imbal hasil lebih tepat dibaca sebagai faktor yang menambah beban pada kenaikan harga, bukan penentu tunggal arahnya.

Rilis Data yang Ditunggu Pasar Pekan Ini

Menurut Invezz, investor enggan membangun posisi besar sebelum sejumlah rilis ekonomi AS yang bisa menggeser ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Dua di antaranya sudah keluar pada Rabu.

Data Hasil Ekspektasi analis Jadwal
Core PCE Price Index 0,2% 0,3% Rabu, 30 September 2026
PDB AS kuartal II (final) tumbuh 2,2% 1,5% Rabu, 30 September 2026
ISM Manufacturing PMI belum rilis saat laporan ditulis belum tersedia Kamis, 1 Oktober 2026
Nonfarm Payrolls belum rilis saat laporan ditulis belum tersedia Jumat, 2 Oktober 2026

Sumber angka: Invezz, 30 September 2026. Laporan itu tidak merinci apakah Core PCE 0,2% adalah perubahan bulanan atau tahunan.

PDF page 2

PCE adalah ukuran inflasi yang paling diperhatikan The Fed. Angka inti yang lebih rendah dari perkiraan biasanya dibaca sebagai ruang bagi bank sentral untuk tidak mengetatkan kebijakan lebih jauh. Namun pertumbuhan PDB yang jauh melampaui perkiraan menunjukkan ekonomi AS masih kuat, dan ekonomi yang kuat bisa menjaga imbal hasil tetap tinggi.

Dua sinyal yang berlawanan arah ini menjelaskan mengapa pasar belum punya kesimpulan tunggal. Komentar para pejabat Federal Open Market Committee (FOMC), forum pengambil keputusan suku bunga The Fed, bisa menambah petunjuk. Menurut Invezz, perubahan besar pada ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi imbal hasil Treasury dan dolar AS, lalu memicu volatilitas baru di pasar kripto.

Derivatif: Pembersihan Leverage yang Tidak Berujung Kejatuhan

Dalam laporan yang terbit Selasa, 29 September 2026, K33 Research mencatat bahwa open interest gabungan kontrak berjangka Chicago Mercantile Exchange (CME) dan kontrak perpetual turun 49.028 BTC dalam tujuh hari. K33 menyebutnya penurunan mingguan terbesar sejak Oktober 2025.

Open interest adalah jumlah total kontrak derivatif yang masih terbuka. Kontrak perpetual adalah kontrak berjangka tanpa tanggal kedaluwarsa yang lazim diperdagangkan di bursa kripto. Ketika angkanya turun tajam, artinya banyak posisi berutang (leverage) ditutup atau dilikuidasi paksa. Pada kondisi tertentu, likuidasi beruntun bisa mempercepat penurunan harga.

PDF page 3

Kali ini harga relatif bertahan. K33 menilai penurunan itu terutama berasal dari pengambilan untung, bukan penjualan panik. Volume perdagangan spot juga masih di bawah rata-rata tahunannya meski harga Bitcoin lebih tinggi, yang menurut laporan tersebut menandakan tekanan jual yang relatif terbatas. Invezz menambahkan bahwa Bitcoin masih berada di atas beberapa rata-rata bergerak utama.

Dua Pembacaan yang Sama-sama Bisa Benar

Pembacaan konstruktif: struktur pasar menyerap guncangan leverage tanpa runtuh, dan tekanan jual yang rendah memberi alasan untuk menganggap penurunan open interest sebagai pembersihan sehat. Dalam skenario ini, jika imbal hasil mereda atau data memperkuat harapan pelonggaran, 85.400 dolar AS menjadi level yang bisa diuji ulang.

Pembacaan hati-hati: volume spot yang rendah bisa berarti tekanan jual kecil, tetapi bisa juga berarti permintaan baru belum cukup kuat untuk mendorong harga naik. Bila imbal hasil bertahan di atas 5% dan data tenaga kerja membuat pasar mengurangi harapan penurunan suku bunga, aset berisiko bisa menghadapi tekanan lebih lama.

Kedua pembacaan bergantung pada variabel yang belum diketahui, yaitu arah imbal hasil dan isi rilis Kamis serta Jumat. Belum ada data yang memadai dalam bahan ini untuk menilai seberapa besar porsi penurunan open interest yang berasal dari penutupan posisi beli dibanding posisi jual.

PDF page 4

Yang Bisa Anda Periksa Sendiri

Imbal hasil Treasury dipublikasikan harian oleh Departemen Keuangan AS, sehingga pembaca bisa melihat apakah tenor 5 dan 10 tahun bertahan di atas 5% dan 5,2%. Hasil ISM Manufacturing PMI keluar Kamis, 1 Oktober 2026, dan laporan Nonfarm Payrolls dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) keluar Jumat, 2 Oktober 2026.

Untuk sisi pasar kripto, perhatikan apakah harga Bitcoin mampu bertahan di atas 85.400 dolar AS, apakah volume spot keluar dari bawah rata-rata tahunannya, dan apakah open interest mulai naik lagi. Kenaikan open interest yang cepat tanpa dukungan volume spot akan menjadi tanda leverage kembali menumpuk.

Yang perlu dipantau: rilis ISM Manufacturing PMI (1 Oktober 2026), Nonfarm Payrolls (2 Oktober 2026), pernyataan pejabat FOMC, serta pergerakan imbal hasil Treasury 10 tahun di sekitar 5,2%.


Referensi & Resources:

PDF page 5
  • Invezz, "Bitcoin briefly tops $85K as rising US yields test bullish market structure", 30 September 2026: invezz.com
  • Cryptonews.net, ringkasan berita yang sama: cryptonews.net
  • K33 Research, laporan riset mingguan: k33.com/research
  • Departemen Keuangan AS, data imbal hasil Treasury harian: home.treasury.gov
  • Bureau of Economic Analysis, PCE Price Index: bea.gov
  • Bureau of Labor Statistics, laporan ketenagakerjaan (Nonfarm Payrolls): bls.gov
  • Federal Reserve, kalender dan pernyataan FOMC: federalreserve.gov

Kreator Moco

Penulis

Lanjut menelusuri Kripto & Isu Global: