Bitcoin Kembali Jadi Aset Risk-On? Ujian Pasar Kripto di Tengah Risiko Iran

Bitcoin turun ke sekitar 83.100 dolar AS setelah Trump menolak tawaran Iran, sepekan setelah ETF spot menyerap 2,4 miliar dolar AS.

#bitcoin #etf #geopolitik #thefed #kripto

KoinBTCETH
Kreator Moco
12 menit baca
Memuat gambar...
Bitcoin Kembali Jadi Aset Risk-On? Ujian Pasar Kripto di Tengah Risiko Iran

Senin, 28 September 2026 pukul 12.55 WIB, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di sekitar 83.100 dolar AS, turun 1,6% dalam 24 jam menurut data CoinGecko yang dikutip The Rio Times. Pemicunya datang dari Washington. Presiden AS Donald Trump menolak tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, lalu tidak mau menutup kemungkinan serangan baru ke Iran sebelum pemilu paruh waktu AS.

Penurunannya kecil. Konteksnya yang membuat angka ini perlu dibaca lebih teliti. Pada pekan 21 sampai 25 September 2026, ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih 2,39 miliar dolar AS menurut data Farside Investors yang dikutip crypto.news, pekan terkuat sejak Oktober 2025. Di awal bulan yang sama, data Bitwise menunjukkan Bitcoin bergerak lebih seiring dengan emas ketimbang dengan saham teknologi.

Jadi, apakah Bitcoin kembali diperlakukan sebagai aset risk-on, yaitu aset yang dibeli saat investor berani mengambil risiko dan dijual duluan saat mereka cemas? Data September 2026 memberi dua jawaban yang berbeda, tergantung rentang waktu yang dipakai. Tulisan ini memisahkan keduanya.

Tawaran Hormuz Ditolak, Pasar Kripto Bereaksi di Sesi Asia

Menurut Blockhead yang dirangkum The Rio Times, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari. Syaratnya berat: AS mencabut blokade laut, mengabaikan sanksi atas minyak Iran, mencairkan aset Iran senilai 12 miliar dolar AS yang dibekukan, dan menyepakati gencatan senjata yang ikut mencakup Lebanon. Rencana itu diajukan Iran di sela Sidang Umum PBB, seperti dilaporkan Reuters dan dikutip crypto.news.

Trump menolaknya pada Sabtu, 26 September 2026. Menurutnya, tawaran itu mungkin akan disepakati setahun lalu. Pada Minggu, ia bilang perang dengan Iran akan segera berakhir, tapi serangan lanjutan sebelum pemilu paruh waktu tetap mungkin terjadi. Araghchi membalas bahwa Iran siap sepenuhnya bila konflik kembali pecah (CoinDesk, via The Rio Times).

Akhir pekannya sendiri tenang. Bitcoin sempat menyentuh sekitar 85.160 dolar AS di Coinbase pada Minggu. Tekanan jual baru muncul saat sesi Asia dibuka Senin, dengan titik terendah harian sekitar 82.680 dolar AS di Coinbase. Pada pukul 10.30 WIB, minyak mentah AS naik hampir 1% ke sekitar 93,28 dolar AS per barel, sementara kontrak berjangka Nasdaq turun sekitar 0,7% (The Rio Times).

Aset Harga, 28 Sep 2026 pukul 12.55 WIB Perubahan 24 jam
Bitcoin (BTC) 83.100 dolar AS -1,6%
Ethereum (ETH) 2.648 dolar AS -2,0%
Solana (SOL) 119,00 dolar AS -1,8%
XRP 1,481 dolar AS -2,5%

Sumber: CoinGecko, dicek silang dengan Coinbase dan Kraken, via The Rio Times. Kapitalisasi total pasar kripto sekitar 2,86 triliun dolar AS, turun 1,2% (Blockhead).

PDF page 1

Aset kripto yang lebih kecil turun lebih dalam dari Bitcoin, pola yang biasa terlihat saat investor mengurangi risiko. Meski begitu, tidak semua penurunan hari itu berasal dari Iran. XRP sudah melemah sekitar 5,6% sejak Jumat, dan pada Sabtu CoinDesk melaporkan peretas bursa Bitget memindahkan XRP curian senilai sekitar 83 juta dolar AS ke luar jangkauan kontrol pembekuan. Dua aset yang turun di hari yang sama belum tentu turun karena sebab yang sama.

Dalam hitungan mingguan, Bitcoin juga masih naik sekitar 1,9% dalam tujuh hari terakhir per 28 September (Cryptonews).

Jalur dari Selat Hormuz ke Harga Bitcoin

Iran tidak berhubungan langsung dengan jaringan Bitcoin. Pengaruhnya menjalar lewat tiga pos berurutan: minyak, inflasi, lalu suku bunga.

Selat Hormuz adalah jalur pengiriman utama minyak dan gas alam cair dari produsen di Teluk (crypto.news). Ancaman terhadap jalur itu mendorong harga minyak naik, dan minyak mahal menahan inflasi AS tetap tinggi. Inflasi yang bandel membuat bank sentral AS, The Fed, condong menaikkan suku bunga. Bitcoin tidak memberi bunga, jadi ketika obligasi pemerintah AS menawarkan imbal hasil tinggi, sebagian investor memilih memindahkan dana ke sana.

Pos terakhir sudah bergerak. Pada 16 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin (0,25 poin persentase) ke kisaran 3,75% sampai 4%, kenaikan pertama sejak Juli 2023, dengan suara bulat 12-0 (CNBC). Ketua The Fed Kevin Warsh menyebut ketegangan di Timur Tengah sebagai salah satu alasan keputusan itu, dan proyeksi terbaru menunjukkan mayoritas pejabat melihat peluang kenaikan lagi tahun ini.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun ditutup di 5,165% pada 25 September 2026, dekat level tertinggi sejak 2007. Estimasi berbasis kontrak berjangka yang dikutip The Rio Times menempatkan peluang kenaikan suku bunga lagi di bulan Oktober di sekitar 70%.

Pola yang sama sudah terlihat di awal bulan. Pada 2 September 2026, AS menyerang sasaran di Iran dan Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS. Pagi itu harga Bitcoin 1,5% lebih rendah dari harga pembukaan hari sebelumnya, dan Yahoo Finance mengaitkannya dengan naiknya harga minyak serta kekhawatiran kenaikan suku bunga. Data CoinGlass yang dirangkum Buildix mencatat likuidasi 367,73 juta dolar AS dalam 24 jam, dengan 300,42 juta dolar AS berasal dari posisi long. Likuidasi adalah penutupan paksa posisi berjangka yang memakai dana pinjaman (leverage) ketika jaminannya tidak lagi cukup menutup kerugian. Posisi long adalah taruhan bahwa harga akan naik.

PDF page 2

Kenaikan suku bunga 16 September sendiri hampir tidak menekan Bitcoin. Sebelum rapat, CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan 93% (Kiplinger). Bitcoin ditutup di sekitar 75.590 dolar AS pada 15 September, lalu naik ke atas 86.000 dolar AS kurang dari sepekan kemudian (data historis CoinGecko, via crypto.news). Tafsiran kami, pasar bereaksi terhadap kejutan, sedangkan keputusan yang sudah diperkirakan hanya sedikit menggeser harga. Ini tafsiran, belum terbukti sebagai hubungan sebab-akibat.

Arus ETF Menguat di Tengah Ketegangan

ETF spot Bitcoin adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa saham AS dan memegang Bitcoin sungguhan. Sejak diluncurkan Januari 2024, produk ini menjadi pintu masuk utama bagi investor institusi.

Dua penyedia data mencatat angka yang hampir sama untuk pekan 21 sampai 25 September 2026: 2,39 miliar dolar AS menurut Farside Investors (via crypto.news) dan 2,4 miliar dolar AS menurut SoSoValue (via The Block). iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menyumbang sekitar 1,2 miliar dolar AS. Pada 21 September saja, arus masuk hampir 1 miliar dolar AS, terbesar kesembilan dalam sehari sejak ETF ini diluncurkan, menurut analis ETF Nate Geraci.

Arus masuk 134,5 juta dolar AS pada Jumat, 25 September, memperpanjang rentetan arus positif menjadi tujuh hari perdagangan berturut-turut, dengan total sekitar 3 miliar dolar AS sejak 17 September (crypto.news). Arus bersih sepanjang 2026 pun kembali positif di sekitar 934 juta dolar AS (SoSoValue, via The Block), padahal pada Juli angkanya masih defisit sekitar 5,7 miliar dolar AS.

Ethereum (ETH) menunjukkan pola serupa. ETF Ether mencatat arus masuk 689,9 juta dolar AS di pekan yang sama (The Rio Times, mengutip data SoSoValue), tapi harga ETH tetap turun 2,0% ke 2.648 dolar AS saat berita Iran masuk Senin pagi. Arus dana institusi dan reaksi harga harian ternyata bisa bergerak ke arah berlawanan dalam jangka pendek.

Soal Kaitan dengan Pembelian Kembali Obligasi AS

Geraci menghitung ETF spot Bitcoin sudah menyerap sekitar 5,3 miliar dolar AS sejak Departemen Keuangan AS (Treasury) mengumumkan perluasan pembelian kembali obligasi bertenor panjang pada 19 Agustus 2026. Batas operasi untuk tenor 10 sampai 20 tahun dan 20 sampai 30 tahun naik dari maksimal 2 miliar dolar AS menjadi minimal 4 miliar dolar AS per operasi. Operasi yang lebih besar ini berlaku sejak 9 September dan dijadwalkan berjalan sampai 4 November 2026 (crypto.news).

PDF page 3

Kaitan ini perlu dibaca hati-hati. Treasury menyebut operasi itu sebagai dukungan likuiditas untuk obligasi lama, bukan stimulus moneter dan bukan pembelian oleh The Fed. Geraci sendiri hanya mencatat kesamaan waktu, tanpa menyatakan satu hal menyebabkan yang lain. Sejauh ini, yang ada di data hanyalah dua peristiwa yang terjadi berdekatan.

Risk-On atau Emas Digital: Dua Pembacaan atas Data Korelasi

Korelasi mengukur seberapa sering dua aset bergerak searah, dengan angka dari -1 sampai +1. Angka +1 berarti selalu searah, 0 berarti tidak ada hubungan, dan -1 berarti selalu berlawanan.

Data Bitwise Asset Management berbasis Bloomberg, yang dikutip The Kobeissi Letter pada 6 September 2026, menunjukkan korelasi 90 hari Bitcoin dengan emas mencapai sekitar +0,50, tertinggi sejak masa pandemi 2020. Pada saat yang sama, korelasinya dengan indeks Nasdaq 100 turun ke sekitar +0,30, terendah dalam setahun (Bitget News). Data analis Adam Livingston per 19 September memberi gambaran serupa untuk rentang 120 hari: 0,52 dengan emas, 0,34 dengan ETF indeks S&P 500 (SPY), dan 0,33 dengan ETF Nasdaq 100 (QQQ). Sebagai pembanding, median sejak 2020 adalah sekitar 0,4 dengan QQQ dan hanya 0,11 dengan emas. Pada September 2022, korelasinya dengan QQQ bahkan 0,64 (The Coin Republic).

Pergeseran ini sering dikaitkan dengan debasement trade, yaitu pembelian aset yang pasokannya terbatas sebagai lindung nilai terhadap risiko fiskal dan melemahnya daya beli mata uang. Hubungannya juga berubah cepat. CEO CryptoQuant Ki Young Ju mencatat pada pertengahan Agustus bahwa korelasi 90 hari Bitcoin dengan emas berbalik dari negatif di awal 2026 menjadi positif kuat (Time News, mengutip The Motley Fool).

Dari data di atas, ada dua pembacaan yang sama-sama punya dasar.

Pembacaan pertama: saat berita buruk datang mendadak, Bitcoin masih bereaksi seperti aset berisiko. Pada 2 September dan 28 September, Bitcoin turun di saat harga minyak naik dan kontrak berjangka saham melemah. Jalurnya lewat pasar berjangka yang memakai leverage dan lewat ekspektasi suku bunga.

Pembacaan kedua: dalam rentang 90 sampai 120 hari, Bitcoin lebih seiring dengan emas, dan pembeli ETF tetap masuk ketika ketegangan Iran berlangsung. Penurunan 1,6% dalam sehari juga kecil untuk aset yang volatilitasnya jauh di atas saham.

PDF page 4

Keduanya bisa benar karena mengukur rentang waktu yang berbeda. Korelasi 90 hari merata-ratakan guncangan harian, jadi penurunan satu pagi tidak membatalkannya. Sebaliknya, korelasi tinggi dengan emas juga tidak berarti Bitcoin akan berperilaku sebagai tempat berlindung saat terjadi guncangan. The Coin Republic mengingatkan bahwa korelasi hanya mengukur pergerakan bersama dalam satu periode, tidak membuktikan sebab, dan tidak menjamin hubungan itu bertahan.

Dua Skenario, dan Hal yang Bisa Membuat Keduanya Meleset

Tesis pertama, tekanan berlanjut: bila serangan baru ke Iran terjadi, harga minyak naik, imbal hasil obligasi AS menembus 5,165%, dan peluang kenaikan suku bunga Oktober membesar. Dalam skenario ini, analis Cryptonews memantau zona 80.000 sampai 82.000 dolar AS, area yang bertahan sejak Bitcoin keluar dari rentang 76.000 sampai 80.000 dolar AS.

Yang bisa membuat pembacaan ini salah:

  • Rentetan arus masuk ETF selama tujuh hari perdagangan, sekitar 3 miliar dolar AS, bisa terus menyerap tekanan jual bila berlanjut.
  • Operasi pembelian kembali obligasi Treasury yang lebih besar masih berjalan sampai 4 November 2026. Kaitannya dengan arus ETF belum terbukti, tapi operasi ini ikut menahan tekanan di pasar obligasi tenor panjang.

Tesis kedua, ketegangan mereda: Trump menyebut perundingan AS dan Iran bisa dimulai lagi lewat Qatar (Cryptonews). Bila itu terjadi, harga minyak berpeluang turun dan tekanan pada imbal hasil berkurang. Area yang dicatat crypto.news sebagai hambatan harga selama pemulihan September ada di sekitar 86.700 sampai 87.400 dolar AS.

Yang bisa membuat pembacaan ini salah:

  • Inflasi tidak otomatis turun mengikuti minyak. Risalah rapat FOMC Juli 2026 menyebut inflasi masih tinggi sebagian karena guncangan pasokan, termasuk energi, dan proyeksi September menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih membuka peluang kenaikan lagi.
  • Arus ETF bisa berbalik. Pada Juli 2026, arus bersih tahun berjalan sempat defisit sekitar 5,7 miliar dolar AS sebelum pulih.

Level-level di atas adalah zona yang diamati analis dari sumber yang disebut, bukan target harga dan bukan sinyal transaksi.

Yang Sudah Jelas, dan Yang Belum

PDF page 5

Senin pagi, Bitcoin turun bersama kontrak berjangka saham saat risiko Iran naik, dengan penurunan yang kecil dibanding arus ETF sepekan sebelumnya. Label "risk-on" atau "emas digital" ternyata bergantung pada rentang waktu. Dalam hitungan jam, jalur minyak, inflasi, dan suku bunga yang dominan. Dalam hitungan bulan, data korelasi lebih dekat ke emas.

Beberapa hal belum bisa dijawab saat tulisan ini disusun. Kami belum menemukan data likuidasi 28 September 2026 yang bisa diverifikasi. Arus ETF hari Senin baru terlihat setelah bursa AS tutup. Data korelasi publik terbaru yang kami temukan bertanggal 19 September, sebelum penolakan tawaran Iran.

Yang perlu dipantau:

  • Arus harian ETF spot Bitcoin di Farside Investors dan SoSoValue selama 28 September sampai 2 Oktober 2026. Pekan lalu mencatat 2,4 miliar dolar AS, dan pekan ini menunjukkan apakah pembeli institusi tetap masuk saat berita Iran memburuk.
  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun, dibandingkan dengan penutupan 25 September di 5,165%.
  • Risalah rapat FOMC 15 dan 16 September yang dijadwalkan terbit 7 Oktober 2026, lalu keputusan suku bunga pada 28 Oktober 2026 pukul 14.00 waktu New York (29 Oktober pukul 01.00 WIB).
  • Kabar resmi soal perundingan AS dan Iran atau Selat Hormuz, dengan harga minyak WTI yang pagi ini di sekitar 93 dolar AS per barel sebagai penanda reaksinya.
  • Korelasi 90 hari Bitcoin terhadap emas dan Nasdaq 100: apakah angka sekitar 0,5 dan 0,3 bertahan setelah episode September ini.

Referensi & Resources:

  • The Rio Times, "Bitcoin Slips to US$83,100 as Trump's Iran Remarks Offset Strong ETF Inflows" (28 September 2026): riotimesonline.com
  • crypto.news, "Why is Bitcoin price going down as Iran risks return?" (28 September 2026): crypto.news
  • crypto.news, "Bitcoin ETFs add $5.3B after Treasury buyback plan" (27 September 2026): crypto.news
  • Cryptonews, "Bitcoin Price Prediction: BTC Risks $80K After Ceasefire Rejection" (28 September 2026): cryptonews.com
  • CNBC, "Fed rate decision September 2026: Rates rise to 3.75%-4%" (16 September 2026): cnbc.com
  • Kiplinger, "September Fed Meeting: Updates and Commentary" (September 2026): kiplinger.com
  • Federal Reserve, "Minutes of the Federal Open Market Committee, July 28-29, 2026": federalreserve.gov
  • Federal Reserve, kalender rilis Oktober 2026: federalreserve.gov
  • Yahoo Finance, "Bitcoin and ethereum prices today, Wednesday, September 2, 2026": finance.yahoo.com
  • Buildix, rangkuman data likuidasi CoinGlass 2 September 2026: buildix.trade
  • Bitget News, korelasi Bitcoin dengan emas dan Nasdaq 100 berdasarkan data Bitwise (September 2026): bitget.com
  • The Coin Republic, "BTC Risk Profile is Changing as Gold Correlation Surges" (20 September 2026): thecoinrepublic.com
  • Time News, "Bitcoin-Gold Correlation Hits 9-Year High as Ties to Nasdaq Decline" (September 2026): time.news
  • Data arus ETF spot Bitcoin, Farside Investors: farside.co.uk
  • Data harga Bitcoin, CoinGecko: coingecko.com

Kreator Moco

Penulis

Lanjut menelusuri Kripto & Isu Global: