Pada Selasa, 15 September 2026, Senat Amerika Serikat memberi suara 49 banding 50 atas mosi untuk membuka pembahasan Digital Asset Market CLARITY Act. Aturan Senat meminta 60 suara, sehingga RUU struktur pasar kripto itu kurang 11 suara (Forbes, 16 September 2026; Yahoo Finance, 15 September 2026).
Bitcoin (BTC) sudah turun dari hampir 80.000 dolar AS menjadi sekitar 77.400 dolar AS menjelang pemungutan suara (CoinDesk, 15 September 2026), lalu bergerak ke kisaran 76.000 dolar AS ketika hasilnya keluar (Datawallet). Saham Coinbase turun sekitar 8,65% ke kisaran 175 dolar AS pada hari yang sama.
Yang ditolak Senat adalah langkah prosedural, bukan isi RUU. Perbedaan itu menentukan apa yang bisa terjadi setelah ini.
Yang Sebenarnya Diputuskan Senat pada 15 September
Voting hari itu adalah cloture atas motion to proceed. Cloture adalah mekanisme untuk mengakhiri filibuster, dan motion to proceed adalah usul untuk mulai membahas RUU di lantai Senat. Jadi ini bukan pemungutan suara atas pengesahan akhir (Yahoo Finance, 15 September 2026).
Menurut laporan Forbes tertanggal 16 September 2026, seluruh senator Demokrat menolak, termasuk Kirsten Gillibrand yang sebelumnya disebut mendorong koleganya mendukung RUU ini. Tiga senator Republikan ikut menolak. Datawallet menyebut nama empat senator Republikan yang menolak: Susan Collins, Josh Hawley, Jerry Moran, dan Thom Tillis. Selisihnya karena Tillis semula mencatat suara setuju lalu mengubahnya menjadi tidak untuk mengajukan motion to reconsider, langkah yang membuka peluang pemungutan suara ulang. Chris Coons tidak memberikan suara (Yahoo Finance).
Satu catatan soal angka: ringkasan CNBC menulis urutan 50 setuju dan 49 menolak, sementara Yahoo Finance, Forbes, dan sumber lain mencatat 49 setuju dan 50 menolak. Semua sumber sepakat bahwa hasilnya jauh di bawah ambang 60 suara.
Tillis menyatakan di platform X bahwa ini belum akhir dari CLARITY Act. Senator Cynthia Lummis, pendukung utama industri kripto di Senat, sebelumnya mengatakan bahwa jika voting ini gagal, urusannya selesai (CNBC, 15 September 2026). Dua pembacaan itu tidak sejalan, dan belum ada jadwal resmi yang menentukan mana yang benar.
Dua Ganjalan: Etika Keluarga Trump dan Imbal Hasil Stablecoin
Dua isu menyita sebagian besar negosiasi selama setahun terakhir.
Soal etika, Demokrat meminta pembatasan atas keuntungan kripto yang diraih Presiden Donald Trump dan keluarganya. Sehari sebelum voting, Partai Republik merilis naskah yang mereka sebut tawaran "terakhir, terbaik, dan final". Menurut Decrypt dan CNBC (14 September 2026), Trump menyetujui sebagian besar usulan etika hasil rundingan Tillis dan Senator Demokrat Ruben Gallego, termasuk pelepasan aset atau blind trust, peran jaksa agung negara bagian, dan penghapusan tanggal kedaluwarsa. Versi sebelumnya membiarkan aturan itu berakhir ketika Trump meninggalkan jabatan pada Januari 2029.
Demokrat tetap menolak. Gallego menyatakan RUU ini gagal karena Partai Republik tidak mau berkata tidak kepada presiden (Forbes, 16 September 2026). Senator Catherine Cortez Masto menyebut pimpinan Republikan menutup pembicaraan di menit terakhir dan sejumlah ketentuan masih menggantung. Datawallet mencatat naskah final mencakup pasangan pejabat tetapi tidak mencakup anak dewasa. Senator Elizabeth Warren, dalam pernyataan atas naskah terdahulu, mengkritik bahwa pembatasan tidak menyentuh pendapatan dari World Liberty Financial dan royalti memecoin. Kritik itu ditujukan pada versi sebelum tawaran final, jadi belum tentu berlaku untuk naskah terakhir.
Pihak Republikan memberi pembacaan berlawanan. Whip mayoritas DPR Tom Emmer menyebut Demokrat Senat menggagalkan peluang sekali dalam satu generasi, karena DPR sudah meloloskan versinya pada Juli 2025 (Forbes, 16 September 2026).
Soal imbal hasil stablecoin, Pasal 404 hasil kompromi Tillis dan Senator Demokrat Angela Alsobrooks melarang penerbit stablecoin dan mitranya menawarkan imbal hasil yang secara fungsi atau ekonomi setara bunga deposito bank (CoinDesk, 1 Mei 2026). Naskah final menambahkan mekanisme pengaman: Menteri Keuangan diarahkan membatasi imbal hasil bila terjadi pelarian simpanan dari bank kecil dalam skala besar (CNBC, 14 September 2026). Asosiasi perbankan menginginkan larangan yang lebih luas, dan Republikan tidak memenuhinya (Decrypt).
Reaksi Pasar dan Peran Kebijakan The Fed
Menyimpulkan bahwa kegagalan CLARITY Act sendirian menggerakkan harga akan terlalu jauh, karena ada kejadian lain di pekan yang sama.
Pada 16 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke kisaran 3,75% sampai 4,00%. Keputusan bulat 12-0 itu adalah kenaikan pertama sejak Juli 2023 (FXStreet, 17 September 2026). Bitcoin diperdagangkan antara 75.000 dan 75.800 dolar AS di sekitar pengumuman, karena kenaikan sudah hampir pasti diperkirakan (The Block, dikutip Crypto Daily). Proyeksi terbaru The Fed, menurut Memeburn, mengisyaratkan satu kenaikan 25 basis poin lagi sebelum akhir 2026.
Arus dana ETF ikut bergerak. Memeburn melaporkan sekitar 450 juta dolar AS keluar dari ETF Bitcoin spot AS, pengeluaran harian terbesar sejak Juni. Datawallet mencatat likuidasi posisi senilai sekitar 289 juta dolar AS dalam satu jam di sekitar voting, dengan sekitar 91% berupa posisi beli berutang (long).
Dampaknya tidak merata. XRP turun hampir 8% ke 1,29 dolar AS, sementara Ethereum dan Solana turun 3% sampai 4% (Datawallet). Pembacaan yang masuk akal, tapi masih tafsiran, adalah pasar menghukum aset yang status hukumnya lebih bergantung pada tafsir lembaga, bukan pada undang-undang.
Pemulihannya juga cepat. Bitcoin menembus 84.000 dolar AS pada Senin, 21 September 2026, untuk pertama kalinya dalam delapan bulan (Yahoo Finance). CEO Strategy Michael Saylor menilai penolakan CLARITY sebagai titik balik positif bagi aset digital. Belum ada data yang memisahkan pengaruh kegagalan RUU, masuknya kembali arus ETF, dan selesainya ketidakpastian The Fed.
Regulator Jalan Terus, dengan Catatan
Pada hari berikutnya, Ketua CFTC Mike Selig menyebut hasil voting itu disayangkan dan menyatakan CFTC siap menerbitkan aturan sendiri. CFTC mengajukan usulan bernama Regulation Crypto Asset Transactions dan Regulation Crypto Asset Markets (Bitcoin Magazine). SEC sebelumnya, pada 18 Agustus 2026, mengusulkan Regulation Crypto Assets yang memuat pengecualian penawaran dan jalur aman dari istilah "kontrak investasi" (Latham & Watkins, US Crypto Policy Tracker). Menurut FINTECH.TV, SEC juga menyetujui pengecualian inovasi lima tahun bagi saham tokenisasi yang diperdagangkan di blockchain, dua hari setelah voting.
Ada tiga keberatan yang layak dicatat.
Pertama, aturan lembaga lebih mudah dibalik oleh pemerintahan berikutnya dibanding undang-undang. Ketua Komite Jasa Keuangan DPR French Hill dan Ketua Komite Pertanian Glenn Thompson menegaskan bahwa hanya Kongres yang bisa memberi kepastian hukum jangka panjang (Forbes, 16 September 2026).
Kedua, komposisi lembaga. Komisioner SEC Hester Peirce segera pergi, dan SEC akan tersisa dua komisioner Republikan, sedangkan CFTC hanya punya satu. Penunjukan komisioner dari dua partai sempat menjadi syarat Gedung Putih untuk pengesahan RUU, dan status nominasinya belum jelas (Forbes, 16 September 2026).
Ketiga, Forbes (28 September 2026) mengingatkan bahwa jalan lewat pengecualian, panduan, dan litigasi mengembalikan industri pada pola yang lama dikeluhkan, yaitu regulasi lewat penegakan hukum.
Dua Pembacaan atas Kegagalan Ini
| Pembacaan | Dasar | Yang bisa membuatnya salah |
|---|---|---|
| Dampaknya terbatas | Bitcoin sudah diakui sebagai komoditas oleh CFTC dan memiliki ETF spot yang disetujui SEC; harga pulih dalam enam hari | Aset yang status hukumnya belum jelas, seperti XRP, turun paling dalam; arus ETF bisa berbalik bila ketidakpastian berlanjut |
| Dampaknya besar | Tanpa undang-undang, aturan bergantung pada lembaga yang komisionernya menyusut dan pemerintahan yang bisa berganti | Regulator sudah bergerak cepat; Ketua SEC Paul Atkins dan Ketua CFTC Selig menyatakan wewenang yang ada cukup untuk membangun aturan (CoinGape) |
Yang Belum Diketahui
Belum ada data publik yang memadai untuk memastikan kapan Senat bisa kembali membahas RUU ini. Pemilu sela (midterm) pada November 2026 dapat mengubah komposisi Kongres, dan sejumlah laporan menyebut Kongres tahun depan kemungkinan terbelah antarpartai (CoinDesk, 15 September 2026). Demokrat Senat dilaporkan menyiapkan naskah tandingan (Forbes, 16 September 2026), tetapi isinya belum dipublikasikan dalam sumber yang penulis temukan.
Yang perlu dipantau: nasib motion to reconsider yang diajukan Tillis dan jadwal Senat setelah pemilu sela; tahap komentar publik atas usulan SEC dan CFTC di situs kedua lembaga; status nominasi komisioner bipartisan; arus ETF Bitcoin spot harian di Farside Investors; dan pernyataan The Fed pada pertemuan berikutnya soal kenaikan suku bunga tambahan.
Referensi & Resources:
- Yahoo Finance, "CLARITY Act Senate Vote Live: Crypto Bill Fails 49-50": https://finance.yahoo.com/markets/crypto/articles/clarity-act-senate-vote-live-183611039.html
- CNBC, "Senate cloture vote on Clarity Act fails" (15 September 2026): https://www.cnbc.com/2026/09/15/senate-cloture-vote-on-clarity-act-fails-dealing-regulatory-setback-to-crypto-industry.html
- CNBC, "Trump agrees to ethics requirements in crypto Clarity Act" (14 September 2026): https://www.cnbc.com/2026/09/14/clarity-act-senate-vote-crypto-regulation.html
- Forbes, "Failure Of Crypto Clarity Act Cloture Vote Not A Surprise" (16 September 2026): https://www.forbes.com/sites/digital-assets/2026/09/16/failure-of-crypto-clarity-act-cloture-vote-not-a-surprise/
- Forbes, "The Clarity Act Stalled. Agencies Now Write Crypto's Rulebook" (28 September 2026): https://forbes.com/sites/tonyaevans/2026/09/28/the-clarity-act-stalled-agencies-now-write-cryptos-rulebook
- CoinDesk, live updates 15 September 2026: https://www.coindesk.com/business/2026/09/15/live-updates-bitcoin-slides-from-nearly-usd80-000-as-senate-votes-on-clarity-act
- CoinDesk, "Clarity Act text lets crypto firms offer stablecoin rewards while shielding bank yield" (1 Mei 2026): https://www.coindesk.com/policy/2026/05/01/clarity-act-text-lets-crypto-firms-offer-stablecoin-rewards-while-shielding-bank-yield
- Decrypt, "Why Trump Backed Tougher Ethics Rules in Clarity Act": https://decrypt.co/378125/clarity-act-crypto-ethics-trump-key-vote
- Datawallet, "CLARITY Act Explained: What It Is, Why It Failed & What's Next": https://www.datawallet.com/crypto/clarity-act-explained
- Senator Elizabeth Warren, pernyataan atas naskah baru CLARITY Act: https://www.banking.senate.gov/newsroom/minority/senator-warren-statement-on-new-text-of-the-clarity-act
- FXStreet, "Bitcoin, crypto market see muted activity following FOMC rate hike" (17 September 2026): https://www.fxstreet.com/cryptocurrencies/news/bitcoin-crypto-market-see-muted-activity-following-fomc-rate-hike-202609170231
- Crypto Daily, "Fed Raises Rates to 3.75%-4.00%": https://cryptodaily.co.uk/2026/09/fed-rates-3-75-4-00-bitcoin-macro-shock
- Memeburn, "The Fed Just Hiked for the First Time Since 2023": https://memeburn.com/the-fed-just-hiked-for-the-first-time-since-2023-heres-why-bitcoin-barely-moved/
- Yahoo Finance, "Bitcoin prices rip despite the Clarity Act failure": https://finance.yahoo.com/markets/crypto/article/bitcoin-prices-rip-despite-the-clarity-act-failure-101541736.html
- Bitcoin Magazine, "CFTC Proposes To Regulate Crypto Following Clarity Act Fail": https://bitcoinmagazine.com/news/cftc-proposes-rules-following-clarity-fail
- FINTECH.TV, "The Clarity Act Failed But Crypto Is Still Moving Forward": https://cms.fintech.tv/the-clarity-act-failed-but-crypto-is-still-moving-forward/
- Latham & Watkins, US Crypto Policy Tracker: https://www.lw.com/en/us-crypto-policy-tracker/regulatory-developments
- CoinGape, "SEC and CFTC Make 9 Moves to Write Crypto Rules Without the CLARITY Act": https://coingape.com/its-over-for-waiting-on-congress-sec-and-cftc-make-9-moves-to-write-crypto-rules-without-the-clarity-act/
