Cobre Panamá Bisa Beroperasi Lagi, Apa Artinya bagi Tembaga Dunia

Panama membuka jalan negosiasi dengan First Quantum. Tambang yang menghasilkan 330,9 ribu ton tembaga pada 2023 itu belum tentu langsung hidup lagi.

#tembaga #komoditas #cobrepanama #firstquantum

EmitenAMMN
Kreator Moco
9 menit baca
Memuat gambar...
Cobre Panamá Bisa Beroperasi Lagi, Apa Artinya bagi Tembaga Dunia

Pada 30 September 2026, komisi menteri Panama merekomendasikan pemerintah membuka negosiasi dengan First Quantum Minerals soal tambang tembaga Cobre Panamá. Di hari yang sama, saham First Quantum di Bursa Toronto anjlok 31%, menurut laporan BNN Bloomberg. Dokumen itu lalu ditafsirkan berbeda-beda oleh media yang meliputnya.

Tambang di Donoso, Provinsi Colón, itu berhenti beroperasi pada November 2023, setelah Mahkamah Agung Panama menyatakan kontrak operasinya inkonstitusional. Sebelum berhenti, Cobre Panamá menghasilkan 330,9 ribu ton tembaga sepanjang 2023, angka dari data First Quantum yang diolah Shanghai Metals Market (SMM) pada 5 Oktober 2026.

Pertanyaan bagi pasar tembaga sebenarnya terdiri dari tiga lapis yang sering tercampur: pengolahan tumpukan bijih lama yang sudah berjalan, kesepakatan politik dan hukum untuk menambang lagi, dan pemulihan fisik tambangnya. Masing-masing punya jadwal dan risiko sendiri.

Satu Dokumen, Beberapa Pembacaan

SMM menggambarkan rekomendasi 30 September sebagai usulan membuka negosiasi kerangka operasi baru, dengan operasi yang kembali berjalan ikut mendanai penutupan tambang secara bertahap dalam jangka panjang. Presiden José Raúl Mulino, menurut SMM, belum menyetujui restart.

Laporan BNN Bloomberg bertanggal 30 September menekankan sisi penutupannya. Komisi mengusulkan kondisi restart yang memungkinkan penutupan tertib tanpa biaya bagi negara, sekaligus penyelesaian semua klaim arbitrase yang diajukan First Quantum. Mulino sendiri mengatakan akan menganalisis isinya dengan cermat sebelum memutuskan.

Media Argentina Ámbito (2 Oktober 2026) mencatat bahwa dokumen itu tidak sekadar berbunyi "buka kembali tambang". Isinya membuka ruang negosiasi dengan sejumlah syarat. Laporan itu juga memuat estimasi First Quantum bahwa penutupan tambang memakan biaya 15 sampai 20 juta dolar AS per bulan selama minimal sepuluh tahun, atau sekitar 180 sampai 240 juta dolar AS per tahun menurut hitungan kasar kami. Logika "beroperasi dulu agar penutupan terbiayai" bertumpu pada angka itu.

PDF page 1

Ringkasan di situs agregator Panabee membaca laporan yang sama sebagai langkah menuju penutupan, bukan pelanjutan produksi, dan menyebut kemungkinan kembali ke produksi aktif makin kecil. Sumber ini sekunder dan tidak menjelaskan dasar kesimpulannya, jadi sebaiknya dibaca sebagai satu pandangan, bukan fakta. Alasan jatuhnya saham First Quantum juga tidak dijelaskan di laporan BNN Bloomberg.

Seberapa Besar Pasokan yang Pernah Hilang

Produksi Cobre Panamá naik cepat setelah mulai beroperasi. Tabel berikut merangkum data First Quantum yang dikutip SMM.

Tahun Produksi tembaga (ribu ton) Porsi dari total tembaga First Quantum
2019 147,5 (termasuk produksi pra-komersial) sekitar 21,0%
2020 205,5 26,4%
2021 331,0 40,5%
2022 350,4 (rekor) 45,2%
2023 330,9 (berhenti November) sekitar 46,8% (hitungan SMM)

Angka 2023 patut diperhatikan karena tercapai tanpa operasi penuh setahun. Bagi First Quantum, hampir separuh produksi tembaganya hilang saat tambang berhenti. Pemerintah Panama juga ikut menanggung: Bloomberg pada Februari 2025 menyebut tambang ini mewakili sekitar 5% produk domestik bruto negara itu.

Soal porsi di pasar global, sumber berbeda memberi angka berbeda. SMM menyebut sekitar 1% produksi tembaga dunia saat tambang ditutup. Bloomberg Línea menyebut sekitar 330.000 ton pada 2022 setara kira-kira 1,5% pasokan tambang dunia. Kedua sumber tidak merinci penyebut yang dipakai, jadi kisaran 1 sampai 1,5% lebih aman dibaca sebagai orde besaran.

Tumpukan Bijih Lama Belum Sama dengan Tambang yang Hidup Lagi

Sejak 2026, Cobre Panamá sudah memproses bijih yang ditambang sebelum penghentian 2023. Panama mengizinkan pengangkutan, pengolahan, dan ekspor bijih itu. First Quantum memperkirakan tumpukannya sekitar 38 juta ton dengan kandungan tembaga yang bisa diperoleh sekitar 70.000 ton.

PDF page 2

Sirkuit penggilingan pertama dinyalakan kembali pada Mei 2026. Sepanjang kuartal II 2026, pabrik mengolah sekitar 2,1 juta ton bijih berkadar rata-rata 0,23% tembaga dengan tingkat perolehan 67%, menghasilkan 3.216 ton tembaga (SMM, 5 Oktober 2026). Panduan produksi 2026 dari tumpukan ini 30 sampai 40 ribu ton, dan sisanya baru diolah pada 2027.

Dengan angka itu, panduan 2026 setara kira-kira 9% sampai 12% dari produksi 2023, dalam hitungan kami. Kadar bijih tumpukan juga jauh di bawah cadangan mineral per 31 Desember 2024, yakni 2,73 miliar ton berkadar 0,38% tembaga. Program ini tidak mengizinkan pengeboran, peledakan, atau penggalian baru, sehingga sifatnya mengubah persediaan menjadi logam, bukan pasokan tambang.

Manfaatnya tetap nyata. Pabrik, tenaga kerja, dan rantai pasok yang lama menganggur mulai diuji lagi.

Tiga Tahap Menuju Pasokan Baru

SMM membedakan tiga tahap, dan pembedaan itu berguna untuk menakar kapan tembaga baru benar-benar tiba di pasar.

Tahap pertama sudah berjalan: pengolahan tumpukan bijih. Tahap kedua adalah kesepakatan politik dan hukum yang mengizinkan penambangan baru. Rekomendasi komisi belum memberi tanggal restart, perjanjian operasi, atau jadwal produksi. Kerangka baru harus menjawab struktur hukum operasi, syarat ekonomi dan lingkungan, sengketa yang belum selesai, dan legitimasi politik setelah kontroversi yang berujung pada penutupan 2023.

Tahap ketiga adalah pemulihan fisik: armada tambang, lubang tambang, pemindahan batuan limbah, sistem pengeboran dan peledakan, kontraktor, dan pemasok. SMM menilai restart bertahap lebih masuk akal sebagai skenario dasar daripada kembali langsung ke 330 sampai 350 ribu ton per tahun. Semakin lama penambangan terhenti sejak November 2023, semakin besar peran kesiapan tenaga kerja, kondisi alat berat, dan perencanaan tambang dalam menentukan jadwal.

PDF page 3

Bila negosiasi macet, menurut SMM, tumpukan bijih akhirnya habis dan operasi bisa kembali menyumbang sedikit atau tidak sama sekali. Ini sebabnya arah negosiasi lebih menentukan dampak jangka panjang daripada program tumpukan bijih saja.

Dari Panama ke Jakarta: Titik Singgung bagi Emiten Tembaga

Di Bursa Efek Indonesia, emiten yang paling langsung terhubung dengan pasar tembaga adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Pada semester I 2026, AMMN melaporkan produksi tembaga dalam konsentrat 211 juta pon, naik 136% secara tahunan, atau 43,5% dari panduan setahun 485 juta pon (BCA Sekuritas dan IDXChannel, 21 sampai 22 September 2026). Produksi katoda tembaga dari smelternya 48.756 ton, dengan panduan setahun 130 ribu ton.

Laba bersih semester I 2026 tercatat 497,92 juta dolar AS dibanding rugi bersih 148,72 juta dolar AS setahun sebelumnya (Kontan, 22 September 2026). Penjualan katoda tembaga di pasar domestik menyumbang 430,71 juta dolar AS dalam periode itu, menurut laporan keuangan interim yang dikutip situs ima-api.org. Izin ekspor konsentrat AMMN berakhir pada April 2026, dan pengapalan terakhirnya 120.079 ton kering konsentrat.

Jalur dampak dari Panama ke AMMN bersifat tidak langsung, dan sepanjang pembacaan kami belum ada data publik yang mengukurnya. Harga katoda mengikuti harga tembaga London Metal Exchange (LME), sedangkan tambahan konsentrat dari Panama lebih dulu terasa di pasar konsentrat, yang menentukan ongkos olah (treatment charge) bagi smelter. Seberapa jauh itu menjalar ke harga logam jadi bergantung pada keseimbangan pasokan dan permintaan secara keseluruhan.

Sebagai gambaran harga, menurut Komisi Tembaga Chile (Cochilco), harga rata-rata tembaga LME sepanjang 2026 hingga 30 Juli adalah 596,4 sen dolar per pon, 38,63% di atas periode sama 2025. Pada 7 Agustus 2026, harga kontan LME tercatat 14.240 dolar AS per ton. Angka yang lebih baru perlu dicek langsung di LME atau Cochilco karena tulisan ini tidak memuat harga Oktober.

Risiko dari Dua Arah

PDF page 4

Tesis pasokan: tambang sebesar Cobre Panamá jarang bisa dibangun dari nol. SMM menyebutnya salah satu dari sedikit aset yang berhenti dan bisa menambah pasokan setara tambang baru besar tanpa membangun kompleks pengolahan baru. Di pasar yang menurut Bloomberg Línea semakin ketat, kesepakatan di Panama bisa memperbaiki prospek pasokan jangka menengah, terutama untuk 2027.

Yang bisa membuat pembacaan ini salah:

  • Kesepakatan belum tentu tercapai. Mulino belum menyetujui restart dan komisi merekomendasikan negosiasi, bukan pembukaan kembali.
  • Bila ada kesepakatan, jadwal bisa mundur karena remobilisasi tambang yang sudah dua tahun lebih berhenti.
  • Skala produksi pascarestart belum diketahui. Angka 330 sampai 350 ribu ton adalah indikasi skala historis, bukan proyeksi.
  • Kalaupun pasokan datang, efeknya ke harga tergantung permintaan dan persediaan di tempat lain. Tambang lain ikut menambah pasokan, misalnya proyek Agua Rica di Argentina yang menurut SMM baru ditargetkan berproduksi pada Oktober 2031.

Sisi sebaliknya juga ada. Bila negosiasi gagal atau tumpukan bijih habis tanpa penambangan baru, Cobre Panamá tidak menambah pasokan. Harga tembaga, yang rata-ratanya naik tajam sepanjang 2026, tentu tidak otomatis ikut bergerak karena satu tambang, sebab korelasi antara berita tambang dan harga sering putus oleh faktor permintaan global.

Yang Sudah Jelas, yang Belum, dan yang Perlu Dipantau

Yang sudah jelas: Cobre Panamá pernah memasok sekitar 1 sampai 1,5% tembaga tambang dunia, tumpukan bijih sedang diolah dengan panduan 30 sampai 40 ribu ton untuk 2026, dan penambangan baru masih berhenti. Yang belum jelas: apakah dan kapan Panama menyetujui kerangka baru, serta seberapa cepat produksi bisa pulih. Belum ada data publik yang memadai untuk menilai jadwal remobilisasi tambang.

Yang perlu dipantau: keputusan Mulino atas rekomendasi komisi dan dimulainya negosiasi formal dengan First Quantum; penyelesaian klaim arbitrase yang jadi syarat Panama; laporan produksi First Quantum berikutnya untuk membandingkan output tumpukan bijih dengan panduan 30 sampai 40 ribu ton; serta harga tembaga LME dan stok gudang LME. Untuk AMMN, pantau laporan keuangan kuartal berikutnya dan kabar izin ekspor konsentrat. Sumber yang dipakai tidak memuat jadwal rilis keduanya.


Referensi & Resources:

PDF page 5

Kreator Moco

Penulis

Lanjut menelusuri Komoditas: