Shanghai Metals Market (SMM) mencatat tingkat operasi gabungan industri pelat, lembaran, dan strip tembaga pada September 2026 sebesar 74,53%. Angka itu naik 1,14 poin persentase dari bulan sebelumnya, dan SMM menulisnya 8,50% lebih tinggi dari setahun lalu. Realisasinya juga melampaui perkiraan awal SMM sebesar 0,98 poin persentase (SMM, 14 Oktober 2026).
Angka gabungan itu menyembunyikan jarak yang lebar. Pabrik besar beroperasi di 84,66%, sedangkan pabrik menengah baru 57,27%. Di saat yang sama, harga tembaga bergerak liar di rentang 106.000 sampai 112.000 yuan per ton sepanjang September, dan pesanan hilir ikut naik turun mengikutinya. Tulisan ini membahas apa yang menopang angka tersebut, siapa yang belum ikut menikmatinya, dan apa yang bisa membuatnya berbalik.
Siapa yang Berjalan Penuh dan Siapa yang Tertinggal
Tingkat operasi (sering disebut utilisasi) adalah persentase kapasitas produksi pabrik yang benar-benar terpakai. Pelat, lembaran, dan strip tembaga sendiri adalah produk setengah jadi: katoda tembaga digiling menjadi lembaran tipis atau gulungan, lalu dijual ke pabrik komponen.
Berikut angka September 2026 menurut SMM:
| Kelompok pabrik | Tingkat operasi September 2026 |
|---|---|
| Gabungan | 74,53% |
| Besar | 84,66% |
| Menengah | 57,27% |
| Kecil | 63,21% |
Selisih pabrik besar dan menengah mencapai 27,39 poin persentase (hasil hitungan dari angka SMM). Pabrik kecil malah lebih sibuk daripada yang menengah. SMM tidak menjelaskan sebabnya, jadi penjelasan apa pun di sini masih tebakan. Satu kemungkinan yang bisa diperiksa: pabrik besar biasanya lebih dekat dengan pelanggan di sektor yang sedang kuat, sementara pabrik menengah lebih banyak melayani pasar yang lemah. Laporan SMM tidak memberi data pembagian pelanggan per ukuran pabrik, sehingga dugaan ini belum terkonfirmasi.
Harga Turun, Pesanan Datang
SMM menggambarkan pola yang cukup jelas pada September. Ketika harga tembaga mundur di bawah 108.000 yuan per ton, pelepasan pesanan dari hilir terlihat nyata. Di atas level itu, pembeli tampak menahan diri.
Mekanismenya masuk akal dibaca begini: pembeli komponen punya batas harga yang masih bisa mereka teruskan ke pelanggan akhir. Saat harga logam turun, stok yang tadinya ditunda dipesan. Ini penafsiran saya atas pola yang SMM sebut, bukan klaim SMM. Konsekuensinya, tingkat operasi pabrik ikut bergantung pada harga tembaga, bukan hanya pada kuatnya permintaan akhir. Kalau harga kembali bertahan di atas rentang September, pesanan bisa melambat tanpa ada perubahan di sisi permintaan.
Stok barang jadi di pabrik tercatat 5,38 hari pada September, turun 0,11 hari dari Agustus. SMM menilai persediaan keseluruhan masih normal. Artinya pabrik tidak menumpuk barang yang belum laku, sehingga kenaikan tingkat operasi tidak sekadar mengisi gudang.
Komputasi dan Energi Menarik, Kuningan Tertahan
SMM menyebut permintaan dari komputasi (pusat data), penyimpanan energi, komponen energi baru, trafo, dan sirkuit terpadu terus membaik dan menjadi penopang kebutuhan yang kokoh. Strip tembaga murni dan pelat serta strip paduan, dua kelompok produk, sama-sama menikmatinya.
Strip kuningan (paduan tembaga dan seng) lain ceritanya. SMM menyebut segmen ini tertahan oleh peralatan rumah tangga konvensional, konstruksi, dan pakaian, sehingga perbaikannya terbatas. Pembagian ini penting dibaca: kenaikan 74,53% bukan hasil dari semua sektor yang pulih serentak. Penopangnya segmen tertentu, dan segmen lain masih jalan di tempat.
Oktober: Libur Panjang, Pesanan Cukup
SMM memperkirakan tingkat operasi gabungan Oktober 2026 sebesar 74,38%, turun 0,14 poin persentase dari September (selisih dari angka bulat 74,53% menjadi 0,15, kemungkinan karena pembulatan). Libur National Day mengganggu ritme produksi. Namun pesanan baru disebut bagus, dan berdasarkan pengamatan awal bulan, sebagian besar pabrik memegang tumpukan pesanan yang cukup, tanda musim ramai mulai berjalan.
Satu catatan teknis: untuk perbandingan tahunan, SMM menulis 8,50% untuk September dan 9,39 poin persentase untuk Oktober. Satuannya berbeda dalam laporan yang sama, jadi kedua angka itu tidak saya bandingkan langsung.

Risiko ke Dua Arah dan Apa Artinya bagi Pembaca Indonesia
Pembacaan optimistis: permintaan dari pusat data, penyimpanan energi, dan trafo cukup kuat untuk menjaga pabrik tetap sibuk, stok terkendali, dan pesanan Oktober memadai.
Hal yang bisa membuat pembacaan itu meleset:
- Pesanan sensitif harga. Ambang 108.000 yuan per ton yang disebut SMM berarti kenaikan harga tembaga bisa menahan pesanan lebih cepat daripada permintaan akhir menguat.
- Tingkat operasi Oktober diperkirakan sedikit turun dari September, dan SMM menyatakan datanya diolah dari informasi publik dan basis datanya sendiri, hanya untuk referensi, bukan rekomendasi keputusan.
- Sebagian kenaikan September terkait berakhirnya musim sepi. SMM sendiri menyebut musim sepi mulai memudar, sehingga sebagian rebound bersifat musiman.
- Sisi pasokan bahan baku punya data berbeda. Menurut SMM yang mengutip Bea Cukai China, impor konsentrat tembaga China pada September 2026 mencapai 2,482 juta ton, turun 1,04% dari Agustus dan turun 4,06% dari setahun lalu. Sepanjang Januari sampai September 2026 totalnya 21,974 juta ton, turun 2,9% (SMM, 14 Oktober 2026). Laporan SMM tidak menghubungkan angka ini dengan pabrik strip, jadi hubungannya belum terbukti.
Untuk pembaca yang memegang emiten tembaga di bursa Indonesia, misalnya PT Amman Mineral Internasional Tbk atau PT Merdeka Copper Gold Tbk, jalur pengaruhnya tidak langsung. Pabrik strip membeli katoda yang sudah melewati peleburan dan pemurnian. Harga katoda dan konsentrat bergerak mengikuti pasar tembaga global, sementara laporan SMM menyoroti hilir. Laporan itu tidak membahas kedua emiten tersebut, dan data SMM tidak merinci negara asal konsentrat, sehingga porsi Indonesia tidak bisa dihitung dari sumber ini. Belum ada data publik di bahan ini yang cukup untuk menilai dampak langsung ke kinerja emiten mana pun.

Yang Bisa Anda Periksa Sendiri
Permintaan akhir dari komputasi dan energi tampak menjaga pabrik besar tetap sibuk, tetapi harga tembaga masih memegang kendali atas waktu pesanan, dan segmen kuningan serta pabrik menengah belum ikut pulih.
Yang perlu dipantau: realisasi tingkat operasi Oktober 2026 dari SMM dibandingkan perkiraan 74,38%; apakah harga tembaga bertahan di atas atau turun kembali ke bawah 108.000 yuan per ton; angka stok barang jadi yang saat ini 5,38 hari; serta data impor konsentrat tembaga China bulan berikutnya dari Bea Cukai China.
Referensi & Resources:
- Shanghai Metals Market (SMM), "Copper Plate/Sheet and Strip: End-Use Demand Resilience Provides Support, Industry Operating Rates Stay High [SMM Analysis]", 14 Oktober 2026: https://news.metal.com/en/newscontent/104155492-copper-platesheet-and-strip-end-use-demand-resilience-provides-support-industry-operating-rates-stay-high-smm-analysis
- Shanghai Metals Market (SMM), "China's copper concentrate imports fell both MoM and YoY in September 2026", 14 Oktober 2026 (data Bea Cukai China): https://news.metal.com/en/newscontent/104157119-chinas-copper-concentrate-imports-fell-both-mom-and-yoy-in-september-2026
