Stok timah batangan versi Shanghai Metals Market (SMM) naik 117 ton setelah libur, tetapi SMM tetap menyebut persediaannya rendah dan geraknya kecil. Analisis itu terbit pada 9 Oktober 2026 pukul 17.22 (GMT+8).
Di hari yang sama, harga timah spot SMM #1 jatuh 21.050 yuan per ton dalam sehari, ke rata-rata 393.650 yuan per ton. Stok yang naik tipis di tengah harga yang anjlok memunculkan satu pertanyaan: apakah barangnya sedang menumpuk karena pembeli menunggu, atau hanya bergeser sementara setelah libur? Jawabannya baru sebagian terlihat dari data publik.
Angka 117 ton dan batas datanya
SMM menyebut kenaikan 117 ton itu terjadi pasca libur dan menilai stok tetap berada di level rendah, menurut analisis SMM tertanggal 9 Oktober 2026. Isi lengkapnya hanya terbuka bagi pengguna terdaftar. Karena itu total stok, wilayah yang disurvei, dan perbandingan dengan pekan sebelumnya belum bisa kami verifikasi, dan kami tidak mengisinya dengan angka perkiraan.
Untuk gambaran besaran, survei SMM per 11 Oktober 2024 mencatat total stok sosial timah batangan di tiga wilayah sebesar 9.311 ton, turun 200 ton dari pekan sebelumnya (SMM, 12 Oktober 2024). Angka 2024 itu hanya contoh skala, bukan pembanding level 2026, karena cakupan survei dan kondisi pasar bisa sudah berubah. Yang bisa dikatakan: perubahan puluhan hingga ratusan ton memang lazim muncul dalam seri data ini.
Satu kemungkinan, dan ini tafsiran kami, bukan pernyataan SMM: selama libur pembelian industri hilir berhenti, sehingga barang tertahan sementara di gudang pedagang. Kalau benar, kenaikan itu akan terkikis begitu pembelian kembali normal. Kami belum menemukan data publik yang bisa memastikannya.
Hari ketika kontrak Shanghai turun 4,55%
SMM merinci pergerakan harga 9 Oktober 2026 dalam ulasan tengah harinya.
| Indikator (9 Oktober 2026) | Level | Perubahan |
|---|---|---|
| Timah spot SMM #1, rata-rata | 393.650 yuan/ton | turun 21.050 yuan dari hari sebelumnya |
| Kontrak paling aktif di bursa Shanghai (SHFE), penutupan sesi pagi | 390.090 yuan/ton | turun 18.610 yuan atau 4,55% |
| Kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) | 52.170 dolar AS/ton | naik 675 dolar atau 1,31% |
Kontrak Shanghai sempat menyentuh titik terendah harian di 385.810 yuan sebelum memantul. Volume perdagangan sesi pagi mencapai 116.000 lot, sementara open interest (jumlah kontrak yang masih terbuka) bertambah 4.120 lot menjadi 35.365 lot. SMM membaca pola itu sebagai pembukaan posisi jual yang agresif sejak sore sebelumnya.
SMM menunjuk dua tekanan makro. Indeks dolar AS naik ke 102,04, mendekati level tertinggi enam bulan, yang membuat logam berdenominasi dolar terasa lebih mahal bagi pembeli bermata uang lain. Lalu harga minyak melonjak: WTI naik 3,29% ke 91,18 dolar per barel dan Brent naik 3,73% ke 103,94 dolar, setelah badai di Teluk Meksiko menutup sekitar 512.000 barel per hari produksi dan sebuah tanker terkena ranjau di selatan Selat Hormuz. Menurut SMM, energi yang mahal memperpanjang perkiraan lamanya suku bunga tinggi, dan itu menekan valuasi logam dasar.
Jalurnya masuk akal, tetapi perlu diingat bahwa ini penjelasan SMM atas satu hari perdagangan, bukan bukti sebab-akibat. SMM sendiri menilai sebagian penurunan di Shanghai adalah penyesuaian terhadap kejatuhan LME sehari sebelumnya, dan LME lebih dulu stabil.
Di pasar fisik, SMM melaporkan sebagian pengguna hilir mulai bertanya harga ketika timah masuk kisaran 380.000 hingga 390.000 yuan. Sisi penjual terbelah: sebagian pedagang menjual dengan diskon, sebagian menahan harga dengan alasan pasokan ketat. Perpaduan inilah yang membuat stok yang naik 117 ton sulit dibaca satu arah.
Pasokan Indonesia dan posisi TINS
Indonesia adalah pemasok penting bagi pasar ini. Menurut data Badan Pusat Statistik yang diolah SMM pada 9 Oktober 2026, ekspor timah batangan Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 4.670,54 ton, naik 2,17% dari bulan sebelumnya. Tujuan terbesarnya China daratan dengan 2.783,34 ton (59,59%), disusul Korea Selatan 360,42 ton (7,72%), Singapura 275,61 ton (5,90%), Taiwan 260,26 ton (5,57%), India 249,77 ton (5,35%), dan Jepang 230,72 ton (4,94%).
Dengan hampir 60% ekspor mengalir ke China, kiriman dari Indonesia termasuk variabel yang patut dicermati siapa pun yang membaca stok di sana. Itu inferensi kami; SMM tidak menyatakan hubungan langsung antara ekspor Agustus dan stok Oktober.
Bagi pembaca saham, emiten yang paling langsung terkait adalah PT Timah Tbk (TINS). Pada kuartal I 2026, TINS membukukan laba bersih Rp1,5 triliun dengan pendapatan Rp5,47 triliun, naik 160,5% dari periode yang sama tahun lalu, menurut CNBC Indonesia. Produksi logam timah naik 82% menjadi 5.630 ton Sn, dan harga jual rata-rata mencapai 49.221 dolar AS per ton, naik 51% dari tahun sebelumnya, dengan 97% penjualan ke pasar ekspor (Kontan).
Pendapatan TINS pada dasarnya adalah volume dikali harga dolar. Harga yang turun 4,55% dalam sehari di Shanghai tidak otomatis mengubah laba kuartalan, karena yang dihitung adalah rata-rata harga realisasi selama periode. Namun arah harga LME tetap menentukan dasar penjualannya. Dari sisi volume, SMM Tin Express 31 Juli 2026 mencatat produksi timah olahan TINS di kuartal II sebesar 5.235 ton, turun 7,0% dari kuartal sebelumnya, dengan total semester I 10.865 ton, naik 58%. Laporan keuangan kuartal III belum kami temukan di sumber publik.
Dua pembacaan atas stok yang rendah
Pembacaan pertama: stok masih rendah, sebagian penjual menahan barang, dan SMM melihat peluang harga membentuk dasar di kisaran 390.000 hingga 400.000 yuan jika level 386.000 bertahan dan LME terus memantul. Kenaikan 117 ton, dalam pembacaan ini, adalah fluktuasi kecil, sesuai kata SMM.
Yang bisa membuat pembacaan ini salah:
- SMM sendiri menyebut penurunan lanjutan tidak bisa dikesampingkan bila dolar terus menguat atau data inflasi mengejutkan ke atas lagi.
- Posisi jual baru yang dibuka kemarin belum tentu sudah ditutup. SMM menyatakan stabilitas harga bergantung pada kapan posisi itu keluar.
- Stok bisa menumpuk dari level rendah. Persediaan timah di gudang LME naik 61% sepanjang kuartal I 2026, dari 5.415 ton di awal tahun ke 8.700 ton pada akhir Maret, menurut IDXChannel.
- Pada kuartal yang sama, CRU Tin Monitor memperkirakan produksi logam timah global 90.645 ton dan konsumsi 89.036 ton, jadi pasokan sedikit melampaui permintaan (dikutip dari IDXChannel yang sama).
Pembacaan kedua melihat kenaikan stok sebagai tanda pertama pembeli menahan diri di harga tinggi. Dalam versi ini, kenaikan 117 ton kecil secara angka tetapi arahnya patut ditunggu konfirmasinya pada rilis berikutnya. Belum ada data yang cukup untuk memenangkan salah satu pembacaan.
Hal yang bisa diperiksa sendiri
Satu kenaikan stok 117 ton belum membentuk tren, dan kebanyakan variabel yang menentukan kelanjutannya berada di luar pasar timah: dolar, minyak, dan arah suku bunga. Batas pengetahuannya jelas: total stok SMM per Oktober 2026 dan penyebab kenaikan 117 ton itu belum terbuka di sumber yang bisa diakses publik.
Yang perlu dipantau:
- Rilis data stok SMM berikutnya. Periksa apakah total stok dan arah perubahannya sama dengan pekan ini.
- Kontrak SHFE paling aktif di sekitar 385.810 yuan (titik terendah 9 Oktober) dan 400.000 yuan, dua level yang disebut SMM sebagai batas bawah dan batas atas pemulihan jangka pendek.
- Indeks dolar AS dari level 102,04 dan data inflasi yang disebut SMM sebagai pemicu berikutnya.
- Data ekspor timah Indonesia bulan September dari BPS, untuk melihat apakah kiriman ke China bertahan di kisaran 60%.
- Laporan keuangan kuartal III TINS di keterbukaan informasi IDX, terutama volume penjualan dan harga jual rata-rata dibanding 49.221 dolar AS per ton di kuartal I.
Referensi & Resources:
- SMM, "[SMM Analysis] Tin Ingot Inventory Rises 117 mt Post-Holiday, Stays Low Amid Minor Fluctuations", 9 Oktober 2026: https://news.metal.com/en/newscontent/104149429-smm-analysis-tin-ingot-inventory-rises-117-mt-post-holiday-stays-low-amid-minor-fluctuations
- SMM, "SMM Tin Midday Review", 9 Oktober 2026: https://news.metal.com/en/newscontent/104148348-us-dollar-strength-and-increased-bearish-positioning-weigh-on-prices-most-traded-shfe-tin-contract-recovers-after-heavy-volume-decline-smm-tin-midday-review
- SMM, "[SMM Analysis] Indonesia's Refined Tin Exports in August" (data BPS), 9 Oktober 2026: https://news.metal.com/en/newscontent/104148881-smm-analysis-indonesias-refined-tin-exports-in-august
- SMM, "Social Inventory of Tin Ingots on October 11, 2024 by Region", 12 Oktober 2024: https://www.metal.com/en/newscontent/102986833
- SMM Tin Express, produksi PT Timah semester I 2026, 31 Juli 2026: https://news.metal.com/id/newscontent/104036786-smm-tin-express-produksi-bijih-timah-pt-timah-pada-h1-mencapai-12232-ton-logam-timah-naik-75-yoy
- CNBC Indonesia, laba TINS kuartal I 2026, 1 Mei 2026: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260501062424-17-731443/bergelimang-cuan-laba-tins-meroket-595-jadi-rp15-triliun
- Kontan, laba bersih TINS kuartal I 2026: https://investasi.kontan.co.id/news/laba-bersih-timah-tins-tembus-rp-15-triliun-pada-kuartal-i-2026
- IDXChannel, laba TINS kuartal I 2026 dan stok LME, 2 Mei 2026: https://www.idxchannel.com/market-news/laba-timah-tins-meroket-jadi-rp15-triliun-di-kuartal-i-2026/all
