Rata-rata bulanan RC blister copper di China selatan pada September 2026 tercatat 800 hingga 900 yuan per ton. RC pelat anoda di China berada di 550 hingga 650 yuan per ton. Keduanya bertahan rendah, menurut harga yang dihimpun Shanghai Metals Market (SMM) dan dipublikasikan 9 Oktober 2026.
RC (refining charge) adalah ongkos olah yang diterima pengolah tembaga. Angka yang rendah menandakan bahan baku anoda, yaitu tembaga kasar yang siap dimurnikan menjadi katoda, sedang diperebutkan. SMM menilai ketidakseimbangan ini sulit selesai sepanjang Oktober 2026. Tulisan ini membedah sebabnya dan hal-hal yang bisa membuat penilaian itu meleset.
Faktur Pajak yang Menahan Pasokan Skrap
Menurut SMM, kebijakan pengendalian faktur di China pada September 2026 belum menunjukkan pelonggaran berarti. Selisih harga antara skrap tembaga yang disertai pajak dan yang tanpa pajak juga masih ada. SMM menyebut kondisi ini sebagai kendala utama pasokan anoda tembaga dari skrap.
Mekanismenya, menurut pembacaan penulis dan bukan kutipan SMM, kira-kira begini: skrap yang bisa dibuktikan lewat faktur lebih mahal bagi pengolah, sedangkan skrap tanpa faktur sulit dipakai dalam pembukuan resmi. Selisih itu membuat sebagian pasokan tertahan di rantai pengumpulan.
SMM memperkirakan pengawasan faktur tetap ketat pada Oktober. Beberapa pemasok anoda juga akan menyalakan kapasitas pemurnian sendiri, sehingga pasokan anoda dari bijih untuk pasar terbuka berkurang sedikit.
Impor Anoda Melambat, Afrika dan Malaysia Bergerak Berlawanan
Data bea cukai China yang diolah SMM menunjukkan impor anoda tembaga pada Agustus 2026 turun dari bulan sebelumnya, sementara impor ingot tembaga naik.
| Komoditas (kode HS) | Impor Agustus 2026 | Dibanding Juli 2026 | Dibanding Agustus 2025 | Kumulatif Januari-Agustus 2026 |
|---|---|---|---|---|
| Anoda tembaga (74020000) | 64.500 ton | turun 15,80% | naik 4,85% | 546.000 ton, naik 4,07% |
| Ingot tembaga (74031900) | 40.000 ton | naik 16% | turun 7% | 344.600 ton, naik 12% |
Kiriman dari produsen utama Afrika turun, baik dibanding bulan sebelumnya maupun tahun sebelumnya. SMM mencatat dua sebab. Pertama, Agustus adalah ujung musim hujan di Afrika, dan pemasok anoda di Zambia sedang masuk masa perawatan, sehingga kapasitas logistik dan peleburan sama-sama terbatas. Kedua, struktur backwardation (harga kontrak dekat lebih tinggi daripada kontrak jauh) di LME naik turun sepanjang Agustus, dan margin impor terbalik, sehingga minat pedagang mengimpor melemah.
Di sisi lain, impor dari Malaysia melonjak berkat kapasitas pengolahan skrap baru di sana. SMM memperkirakan peran Asia Tenggara sebagai simpul transit dan pengolahan tembaga sekunder akan makin kuat. Dampaknya ke pasokan bahan baku daur ulang China perlu dipantau dalam jangka panjang.
Untuk kuartal ketiga dan keempat, SMM memperkirakan impor anoda tertekan oleh ongkos logistik Afrika yang masih tinggi, struktur harga berjangka yang tidak mendukung, dan perawatan smelter pemasok di Zambia. Ruang perbaikan dari bulan ke bulan dinilai terbatas.
Smelter Menimbun Stok, Margin Mereka Menipis
Dari sisi permintaan, SMM menyebut smelter memajukan kebutuhan penimbunan stok untuk hilir demi mengantisipasi perawatan terpusat dan libur Hari Nasional. Itu menjaga permintaan pembelian di pasar tetap tinggi.
Tekanan margin ikut memperumit. TC (treatment charge, ongkos olah konsentrat) spot terus mencetak rekor rendah, harga asam sulfat turun, dan kerugian smelter melebar, menurut SMM. Asam sulfat adalah produk sampingan yang ikut menopang pendapatan smelter, jadi penurunannya memperlebar beban.
Beberapa smelter dijadwalkan menjalani perawatan terpusat pada Oktober hingga November, sehingga permintaan stok pelat anoda diperkirakan tetap tinggi. Kesimpulan SMM: kondisi ketat di pasar blister copper sulit mereda dan RC cenderung bertahan di kisaran saat ini.
Risiko Dua Arah: Apa yang Bisa Membuat Pembacaan Ini Salah
Tesis SMM bertumpu pada empat hal: faktur tetap ketat, impor Afrika tertekan, perawatan smelter menyedot stok, dan margin pengolah tipis. Beberapa hal bisa menggesernya:
- Pengawasan faktur melonggar, sehingga skrap resmi mengalir lagi. SMM belum melihat tanda ini, tetapi kebijakan bisa berubah.
- Perawatan di Zambia selesai dan margin impor kembali positif bila backwardation menyempit, sehingga kiriman Afrika pulih.
- Kapasitas pengolahan skrap di Malaysia dan Asia Tenggara menambah pasokan lebih cepat dari perkiraan.
- Perawatan smelter rampung pada November dan permintaan stok anoda mendingin.
Ada pula sinyal yang bergerak berlawanan di segmen lain. SMM melaporkan pada 12 Oktober 2026 bahwa stok sosial tembaga di Shanghai mencapai 66.500 ton, naik 11.800 ton dibanding Kamis pekan sebelumnya karena kedatangan impor yang menumpuk. Premi spot turun dari 300 hingga 400 yuan per ton di awal perdagangan menjadi sekitar 50 hingga 80 yuan per ton. Itu pasar tembaga olahan, bukan pasar anoda, jadi tidak otomatis membantah tesis di atas. Namun ia menunjukkan pasokan di pelabuhan tidak seketat bahan baku di hulu.
Batas pengetahuan: analisis ini bersandar pada satu sumber utama, yaitu SMM, dan penulis belum menemukan pandangan lain yang berbeda dari sumber independen. SMM sendiri menyatakan datanya diolah dari informasi publik, komunikasi pasar, dan model basis data internalnya, dan hanya untuk rujukan.
Yang Perlu Dipantau
Tekanan di hulu ini menunjukkan posisi tawar antara penambang konsentrat dan pengolah. Ketika TC dan RC rendah, margin pengolah menipis. Dampaknya ke emiten tembaga tertentu harus dicek lewat laporan keuangan masing-masing, bukan disimpulkan dari satu laporan pasar.
Yang perlu dipantau: (1) harga RC blister copper dan pelat anoda SMM untuk Oktober, dibandingkan kisaran September di atas; (2) data bea cukai China untuk impor anoda September 2026, untuk melihat apakah penurunan Agustus berlanjut; (3) pengumuman pelonggaran pengawasan faktur dari otoritas China; (4) kabar selesainya perawatan smelter di Zambia; (5) selisih harga kontrak dekat dan jauh di LME, yang menentukan margin impor.
Referensi & Resources:
- Shanghai Metals Market (SMM), "Maintenance demand and supply invoice bottlenecks keep anode copper market imbalance unresolved [SMM Analysis]", 9 Oktober 2026: https://news.metal.com/en/newscontent/104149136-maintenance-demand-and-supply-invoice-bottlenecks-keep-anode-copper-market-imbalance-unresolved-smm-analysis
- Shanghai Metals Market (SMM), "Concentrated arrivals of imported copper combined with high backwardation pressure cause spot premiums to pull back rapidly [SMM Shanghai Spot Copper]", 12 Oktober 2026: https://news.metal.com/en/newscontent/104152356-concentrated-arrivals-of-imported-copper-combined-with-high-backwardation-pressure-cause-spot-premiums-to-pull-back-rapidly-smm-shanghai-spot-copper
