Harga rata-rata nikel sulfat kelas baterai versi SMM turun hingga Kamis pekan ini. Penyebabnya terlihat di sisi pembeli: hari produksi pabrik hilir lebih sedikit setelah libur, dan pembelian spot dari luar menyusut.
Angka stok yang dirilis SMM pada pekan yang sama menambah satu lapisan. Pabrik prekursor, yaitu pabrik yang mengolah nikel sulfat menjadi bahan baku katoda baterai, justru menurunkan persediaannya. Jadi pembeli tidak sedang kekurangan barang. Mereka memakai yang sudah ada di gudang.
Apa yang Terjadi pada Harga dan Permintaan
SMM (metal.com), penyedia data harga logam, melaporkan bahwa permintaan belum pulih berarti setelah libur. Pembelian spot oleh pabrik hilir terbatas, dan penerimaan harga di sisi hilir melemah nyata. Penerimaan harga berarti seberapa besar pembeli mau membayar pada level yang ditawarkan penjual. Ketika penerimaan melemah, penjual harus menurunkan tawaran supaya barang laku.
Laporan ringkasan SMM tidak memuat level harga dalam angka, sehingga artikel ini tidak menyebut nominal. Yang tersedia adalah arahnya: turun pada pekan ini, dengan SMM memperkirakan harga tetap tertekan dalam jangka pendek.
Nikel sulfat adalah garam nikel yang dipakai sebagai bahan baku katoda baterai berbasis nikel. Harganya karena itu sangat bergantung pada seberapa ramai pabrik prekursor dan sel baterai beroperasi.
Dari Sisi Pasokan, Stok Menipis tetapi Barang Masih Banyak
Menurut SMM, sebagian produsen hulu mulai berencana menurunkan tingkat operasi karena permintaan hilir melemah, dan mereka mencari pengiriman untuk melepas stok. Di sisi lain, pabrik yang mengubah nikel murni menjadi garam nikel dan pabrik daur ulang masih beroperasi pada tingkat relatif tinggi. SMM menilai pasokan nikel sulfat secara keseluruhan tetap longgar.
Artinya ada dua gaya yang berlawanan. Sebagian produsen hulu mengerem produksi, sementara jalur pasokan lain belum ikut mengerem. Selama yang kedua masih berjalan, pengurangan dari sebagian produsen belum tentu cukup menyeimbangkan pasar.
Membaca Indeks Persediaan: Siapa yang Sedang Menguras Stok
SMM menerbitkan indeks persediaan dalam satuan hari, yaitu perkiraan berapa hari stok cukup untuk operasi. Perubahannya pekan ini:
| Kelompok | Pekan sebelumnya | Pekan ini |
|---|---|---|
| Smelter nikel sulfat (hulu) | 7,8 hari | 7,6 hari |
| Pabrik prekursor (hilir) | 11,4 hari | 10,5 hari |
| Perusahaan terintegrasi | 9,8 hari | 9,0 hari |
Penurunan terbesar terjadi di pabrik prekursor, hampir satu hari penuh. Ini pembacaan saya atas data SMM: pembeli menunda pembelian spot karena mereka bisa memenuhi kebutuhan dari persediaan sendiri. Selama stok itu belum menipis, pabrik tidak terdorong membeli di harga yang diminta penjual. Karena itu, lemahnya pembelian spot belum tentu berarti permintaan akhir runtuh. Bisa juga pembeli sedang menunggu harga lebih rendah.
Pembacaan itu punya batas. Laporan SMM tidak merinci apakah penurunan stok hilir berasal dari konsumsi yang normal atau dari produksi yang direm. Data itu belum cukup untuk memastikan salah satunya.
Sentimen Jual dan Beli Nyaris Sejajar
SMM juga memakai faktor sentimen untuk menggambarkan kemauan pelaku pasar bertransaksi. Pekan ini:
- Faktor kemauan menjual smelter hulu tetap di 2,1.
- Faktor sentimen pembelian pabrik prekursor tetap di 2,0.
- Faktor sentimen perusahaan terintegrasi turun dari 2,2 ke 2,1.
Ringkasan SMM tidak menjelaskan skala indeksnya, jadi angka absolutnya sulit ditafsirkan. Yang bisa dibaca hanya arah: dua kelompok tidak berubah, dan kelompok terintegrasi sedikit melemah. Penjual dan pembeli berada di level yang berdekatan, tanpa tanda salah satu pihak memaksa harga.
Dua Arah Risiko
Skenario harga tetap tertekan. SMM memperkirakan pasar mempertahankan keseimbangan pasokan-permintaan yang lemah dalam jangka pendek, dengan pengurangan stok sebagai tema utama. Jika pasokan dari pabrik konversi dan daur ulang tetap tinggi sementara permintaan belum pulih, tekanan harga bisa berlanjut.
Yang bisa membuat pembacaan ini salah:
- Stok hilir yang terus turun suatu saat memaksa pabrik prekursor kembali membeli, dan pembelian yang menumpuk bisa menahan penurunan harga.
- Produsen hulu yang benar-benar memangkas operasi akan mengurangi pasokan, dan itu bisa menyeimbangkan pasar lebih cepat dari perkiraan.
- Pemulihan hari produksi pabrik hilir setelah libur bisa mendorong permintaan lebih kuat dari yang terlihat pekan ini.
Pembaca perlu mencatat bahwa artikel ini bertumpu pada satu sumber, laporan SMM, dan saya tidak menemukan pandangan berbeda dalam bahan yang tersedia. Pandangan pelaku lain belum bisa dibandingkan.

Kaitannya dengan Rantai Nikel Indonesia
Nikel sulfat berada di rantai nilai baterai, salah satu tujuan hilirisasi nikel. Karena itu, kelesuan permintaan di hilir baterai bisa mengubah perhitungan margin bagi pelaku yang menjual bahan baku ke rantai tersebut. Laporan SMM tidak menyebut perusahaan Indonesia, sehingga dampaknya pada emiten tertentu tidak bisa dinilai dari data ini. Untuk emiten yang terpapar bisnis nikel, pembaca perlu memeriksa porsi pendapatan dari produk baterai di laporan keuangan masing-masing.
Yang Perlu Dipantau
Yang perlu dipantau: rilis berikutnya dari SMM, terutama apakah indeks persediaan pabrik prekursor terus turun dari 10,5 hari, dan apakah faktor sentimen pembelian bergerak dari 2,0. Periksa juga apakah rencana pemangkasan operasi produsen hulu benar-benar terealisasi, karena itu yang menentukan apakah stok hulu dan pasokan ikut menyempit. Satu pekan data belum membentuk tren, jadi arah selanjutnya perlu dilihat dari beberapa rilis berturut-turut.
Referensi & Resources:
- SMM (metal.com), "[SMM Analysis] Downstream price acceptance remains weak; nickel salt prices fell this week": https://news.metal.com/en/newscontent/104158228-smm-analysis-downstream-price-acceptance-remains-weak-nickel-salt-prices-fell-this-week
- SMM News, portal data dan analisis logam: https://news.metal.com
