Deutsche Bank Siapkan Kustodi Kripto BTC dan ETH untuk Institusi

Bank terbesar Jerman ini menyiapkan layanan penyimpanan Bitcoin dan Ether untuk klien institusi, menyusul kejelasan jalur regulasi MiCA dan BaFin.

#deutschebank #kustodikripto #bitcoin #institusi #mica

Kreator Moco
7 menit baca
Memuat gambar...
Deutsche Bank Siapkan Kustodi Kripto BTC dan ETH untuk Institusi

Pada 16 September 2026, Deutsche Bank secara resmi mengonfirmasi rencana meluncurkan layanan kustodi aset kripto untuk klien institusi dan korporat di Eropa. Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) menjadi dua aset utama yang akan disimpan, didampingi tiga stablecoin teregulasi: USDC, EURC, dan EURAU.

Ini bukan langkah dadakan. Bank terbesar Jerman itu sudah mengajukan izin kustodi aset digital ke regulator BaFin sejak 2023, dan sudah menjalin kerja sama teknologi dengan penyedia infrastruktur asal Swiss, Taurus SA, di tahun yang sama. Yang baru dari pengumuman ini adalah kepastian jadwal: layanan ditargetkan meluncur sebelum akhir 2026, dengan syarat proses regulasi rampung tepat waktu.

Apa yang Diumumkan Deutsche Bank

Layanan ini menyasar klien institusi dan korporat, bukan investor ritel. Jerman akan jadi pasar pertama. Menurut laporan Criptolog, fokus peluncuran awal ada di klien Corporate and Investment Banking milik Deutsche Bank, dengan segmen yang disasar mencakup manajer aset, hedge fund, broker, kustodian pihak ketiga, korporasi besar, hingga lembaga negara, dan perluasannya bergantung pada permintaan pasar serta selera risiko bank.

PDF page 1

Secara teknis, bank akan mengelola dompet digital dan private key atas nama klien. Menurut KuCoin, dengan model ini klien tidak perlu membangun sistem kustodi sendiri untuk menyimpan aset kripto mereka, cukup menitipkannya pada infrastruktur yang dikelola Deutsche Bank sambil tetap bisa mentransfer aset ke pihak ketiga.

Salah satu stablecoin yang masuk daftar, EURAU, punya jejak regulasi Jerman yang jelas. Menurut laporan CoinAlertNews, EURAU diluncurkan Juli 2025 oleh AllUnity, perusahaan patungan antara DWS, Flow Traders, dan Galaxy, setelah mengantongi izin lembaga uang elektronik dari BaFin. Dua stablecoin lain, USDC dan EURC, diterbitkan oleh Circle.

Deutsche Bank sendiri menegaskan bahwa lima aset ini bukan daftar final. Bank menyebut penambahan aset ke depan akan bergantung pada permintaan klien, proses persetujuan produk, manajemen risiko, dan jalur regulasi, dengan instrumen keuangan yang ditokenisasi tetap berada di peta jalan setelah penawaran kripto dan stablecoin awal ini berjalan (CoinAlertNews).

Konteks: Kenapa Momennya Sekarang

PDF page 2

Langkah ini berjalan di atas kerangka regulasi yang relatif sudah terang di Eropa. Menurut CoinAlertNews, untuk bank kredit di Uni Eropa, Pasal 60 regulasi Markets in Crypto Assets (MiCA) memungkinkan penyediaan layanan aset kripto lewat proses notifikasi ke otoritas berwenang, yang di Jerman melibatkan BaFin dan Bundesbank. Deutsche Bank pertama kali mengajukan izin terkait kustodi aset digital ke BaFin pada 2023, dan hingga pengumuman ini belum menyatakan seluruh tahap regulasi selesai, sehingga waktu peluncuran, cakupan wilayah, dan daftar aset masih bisa berubah.

Kesiapan regulasi Jerman ini kontras dengan situasi di Amerika Serikat. Menurut Cointribune, pengumuman Deutsche Bank datang tepat di hari yang sama ketika RUU Clarity Act gagal disahkan di Senat AS. Ini menegaskan betapa fragmentednya pendekatan regulasi kripto lintas yurisdiksi saat ini. Eropa mengonsolidasi aturannya lewat MiCA, sementara kerangka hukum federal AS untuk aset digital masih berputar di tahap legislasi.

Deutsche Bank juga bukan bank besar pertama yang masuk ke bisnis ini. Standard Chartered sudah meluncurkan kustodi kripto di Uni Eropa lewat entitas Luksemburg pada Januari 2025, menyusul peluncuran serupa di Uni Emirat Arab pada September 2024, lalu memperluas ke Hong Kong pada Januari 2026 sebagai bank sistemik global (G-SIB) pertama yang menawarkan kustodi kripto institusional di kota itu, dan pada Mei 2026 mengakuisisi bisnis inti Zodia Custody untuk mengonsolidasikan operasi kustodinya. Posisi Deutsche Bank di sini lebih sebagai penyusul yang mengejar skala ketimbang perintis.

Bagaimana Mekanisme Kustodinya Bekerja

PDF page 3

Dari sisi keamanan, menurut KuCoin, klien akan menyimpan dan mentransfer aset digital lewat infrastruktur yang dikelola Deutsche Bank, menggunakan keamanan kunci berbasis perangkat keras dan alur persetujuan multi pihak. CoinAlertNews menambahkan bahwa bank akan mengelola dompet dan private key klien memakai kombinasi lingkungan penyimpanan warm storage dan cold storage, sebuah pendekatan standar di industri kustodi kripto untuk memisahkan aset yang butuh akses cepat dari aset yang disimpan dalam mode offline jangka panjang.

Untuk membangun infrastrukturnya, Deutsche Bank tidak berjalan sendiri. Menurut laporan Bloomberg yang dikutip The Paypers, bank ini bekerja sama dengan unit teknologi bursa kripto Bitpanda untuk mendukung peluncuran layanan barunya. Perusahaan lain yang terlibat termasuk firma infrastruktur aset digital asal Swiss, Taurus SA, yang sebelumnya juga didukung Deutsche Bank lewat putaran pendanaan senilai 65 juta dolar AS pada Februari 2023, dan kedua organisasi ini sudah berkolaborasi sejak September 2023 untuk membantu Deutsche Bank memperkenalkan aset digital dan layanan berbasis DLT di berbagai booking centre-nya.

Setelah fase kripto dan stablecoin ini berjalan, menurut Cryptonomist, Deutsche Bank sudah mengisyaratkan rencana memperluas layanan kustodi ke instrumen keuangan yang ditokenisasi. Ini menunjukkan penawaran kripto ini dimaksudkan sebagai fondasi, bukan produk berdiri sendiri. Bank belum merinci lebih jauh cakupan atau waktu perluasan tersebut.

Risiko Dua Arah

PDF page 4

Tesis yang mendukung: masuknya bank sebesar Deutsche Bank ke bisnis kustodi kripto menambah bobot pada narasi adopsi institusional. Ia menyusul Standard Chartered yang sudah lebih dulu membangun jaringan kustodi di beberapa yurisdiksi, dan berjalan di atas kerangka MiCA yang memberi kepastian hukum lebih tinggi dibanding banyak wilayah lain. Bagi institusi yang selama ini menahan diri karena belum ada penyedia kustodi bank-grade di Jerman, kehadiran layanan ini bisa membuka jalur baru untuk memegang eksposur kripto tanpa membangun infrastruktur sendiri.

Yang bisa membuat pembacaan ini kurang tepat kalau dianggap otomatis positif bagi harga kripto:

  • Peluncuran ini masih bersyarat penuh pada persetujuan regulator. Deutsche Bank sendiri belum menyatakan seluruh proses notifikasi MiCA dan persetujuan BaFin rampung, sehingga jadwal "akhir 2026" bisa mundur.
  • Daftar aset awal sempit, hanya BTC, ETH, dan tiga stablecoin, dan klien awalnya korporat serta institusi besar, bukan pasar ritel yang lebih memengaruhi volume harian bursa.
  • Ketersediaan kustodi institusional tidak otomatis berarti aliran dana masuk. Bitcoin sempat mencatat titik terendah 2026 di bawah 85.000 dolar AS pada akhir Januari 2026 di tengah aksi jual pasar yang lebih luas, meski infrastruktur kustodi institusional saat itu sudah jauh lebih matang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini pengingat bahwa korelasi antara infrastruktur institusional dan pergerakan harga bisa putus kapan saja.

Yang Perlu Dipantau

Sebagai konteks harga, Bitcoin tercatat di kisaran 76.570 dolar AS pada 18 September 2026 pukul 08.00 WIB, dengan kapitalisasi pasar kripto total sekitar 2,60 triliun dolar AS, menurut data pasar yang dihimpun Ajaib.co.id.

PDF page 5

Beberapa hal konkret yang layak diikuti pembaca ke depan: konfirmasi resmi rampungnya proses notifikasi MiCA Pasal 60 dan persetujuan BaFin, tanggal pasti peluncuran layanan setelah target "akhir 2026" ini, kemungkinan penambahan aset di luar lima yang sudah diumumkan, serta respons bank-bank Eropa lain menyusul langkah Standard Chartered dan Deutsche Bank ke bisnis kustodi kripto institusional.


Referensi & Resources:

Kreator Moco

Penulis

Lanjut menelusuri Kripto & Isu Global: