Ekspor Timah Batangan Agustus 2026 Naik 2,17%, China Serap 59,59%

Ekspor timah batangan Indonesia Agustus 2026 naik tipis ke 4.670,54 ton, sementara harga LME anjlok 5,22% dan stok global menipis.

#timah #komoditas #ekspor #tins

EmitenTINS
Kreator Moco
6 menit baca
Memuat gambar...
Ekspor Timah Batangan Agustus 2026 Naik 2,17%, China Serap 59,59%

Indonesia mengekspor 4.670,54 ton timah batangan (tin ingot) pada Agustus 2026, naik 2,17% dari Juli. Angka itu berasal dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah SMM, lembaga riset logam yang berbasis di Shanghai, dan terbit pada 9 Oktober 2026.

Sehari sebelumnya, pada 8 Oktober 2026, harga timah kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 5,22% ke 51.447 dolar AS per ton. Itu hari pertama perdagangan setelah libur panjang di China, menurut SMM.

Indonesia adalah eksportir timah olahan terbesar dunia, seperti dicatat International Tin Association (ITA). Karena itu angka ekspor bulanannya diikuti pelaku pasar di banyak negara. Tulisan ini membaca dua kejadian tadi berdampingan: ke mana timah Indonesia pergi, dan mengapa harga bisa jatuh di pasar yang stoknya tipis.

China Masih Menyerap Hampir Enam dari Sepuluh Ton

Dari total 4.670,54 ton, Tiongkok daratan menerima 2.783,34 ton atau 59,59%. Lima tujuan berikutnya jauh lebih kecil, seperti terlihat pada tabel berikut (sumber: SMM, data BPS, Agustus 2026).

PDF page 1
Negara tujuan Volume (ton) Pangsa
Tiongkok daratan 2.783,34 59,59%
Korea Selatan 360,42 7,72%
Singapura 275,61 5,90%
Taiwan, China 260,26 5,57%
India 249,77 5,35%
Jepang 230,72 4,94%

Keenam tujuan itu menyerap 4.160,12 ton, atau sekitar 89% dari total. Sisanya, 510,42 ton, tersebar ke negara lain (hitungan penulis dari angka SMM). Volume Korea Selatan, tujuan kedua, hanya sekitar 13% dari volume China.

Satu catatan pembacaan: data ekspor mencatat negara tujuan pengiriman, bukan pengguna akhir. SMM tidak merinci apakah sebagian kiriman ke Singapura atau Taiwan diteruskan ke pabrik di negara lain, jadi pangsa China bisa lebih besar atau lebih kecil dari yang tampak.

Naik Tipis dari Juli, tapi Tahun Berjalan Masih Lebih Rendah

Kenaikan 2,17% berarti ekspor Juli berada di sekitar 4.571 ton, hitungan balik penulis yang bukan angka resmi. Perubahan sebulan itu kecil. Gambaran yang lebih besar ada pada pengendalian kuota: SMM mencatat kuota RKAB Indonesia masih berlaku dan ekspor timah olahan Januari sampai Agustus 2026 turun 18,17% dibanding periode sama tahun lalu. RKAB adalah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya, dokumen yang menjadi dasar izin produksi tambang.

Awal tahun ini prosesnya sempat tersendat. ITA melaporkan pada April 2026 bahwa jadwal RKAB direset menjelang kuartal II, dan baru 150 ton yang diperdagangkan di bursa Indonesia sepanjang April saat itu. ITA memperkirakan ekspor kembali jalan dalam beberapa pekan setelah persetujuan RKAB berjalan.

PDF page 2

Gambaran dari sisi emiten tampak berlawanan. PT Timah Tbk (TINS) melaporkan penjualan logam timah semester I 2026 sebesar 10.984 ton, naik 85% dari 5.933 ton pada semester I 2025. Ekspor menyumbang 97% penjualan, dan China menerima 36% dari volume ekspor itu, menurut laporan manajemen TINS yang dimuat ima-api.org. Pada kuartal I 2026, pendapatan TINS lebih dari dua kali lipat angka kuartal I tahun sebelumnya yang Rp2,10 triliun, per KabarBursa.

Dua gambaran itu tidak otomatis bertentangan. Satu mengukur seluruh eksportir Indonesia dari Januari sampai Agustus, yang lain mengukur satu perusahaan pada semester I dan membandingkannya dengan basis 2025 yang rendah. Belum ada data publik yang memadai bagi saya untuk merekonsiliasi keduanya secara rinci.

Harga Jatuh di Tengah Stok yang Tipis

Penurunan 5,22% pada 8 Oktober 2026 setara 2.832 dolar AS per ton, menurut SMM. Di Shanghai Futures Exchange (SHFE), kontrak timah SN2610 ditutup di 398.550 yuan per ton pada sesi siang 8 Oktober, lalu turun 4,50% ke 390.000 yuan pada sesi malam. Volume sesi malam hanya 156 lot, sehingga pergerakannya terjadi di pasar yang tipis.

Di sisi stok, gambarannya ketat. Persediaan LME 4.310 ton per 8 Oktober, turun empat hari beruntun dan mendekati level terendah tiga tahun. Persediaan sosial timah batangan di China menurun 982 ton menjadi 8.633 ton pada pekan 30 September, turun lebih dari 10% dalam sepekan (SMM). Dari Myanmar, tambang Man Maw di Negara Bagian Wa baru pulih 40% sampai 50% dari level sebelum larangan, dan SMM menyebut pemulihan penuh mundur ke 2027.

PDF page 3

Tekanan datang dari makro. SMM mencatat The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin pada September ke kisaran 3,75% sampai 4,00%, imbal hasil obligasi AS 10 tahun mencapai 5,20%, indeks dolar menguat di kisaran 102, dan harga minyak Brent bertahan di atas 100 dolar AS per barel. Secara umum, dolar yang menguat membuat logam berdenominasi dolar lebih mahal bagi pembeli non-AS, dan bunga tinggi menaikkan biaya menahan stok. Karena itu harga bisa turun walau pasokan fisik ketat.

Permintaannya campuran. Tingkat operasi pabrik solder pada Agustus 2026 sebesar 72,8%, rendah dibanding rata-rata lima tahun terakhir menurut SMM. Produksi sirkuit terintegrasi naik 20,6% dan kendaraan listrik naik 21,9% secara tahunan, dan pesanan solder kelas atas untuk server AI dan kemasan lanjutan bertahan, tetapi pertumbuhannya terbatas. Pesanan elektronik konsumen tradisional dan pita las panel surya melemah.

Dua Arah: Apa yang Mendukung Pembacaan Ketat, dan Apa yang Bisa Membaliknya

Tesisnya: kuota Indonesia, produksi Myanmar yang belum pulih, dan stok LME yang rendah membuat pasokan timah sensitif terhadap kabar sekecil apa pun. SMM sendiri menilai pasokan bijih, perawatan pabrik pengolahan di Yunnan selama maksimal 45 hari sejak 30 September, dan penurunan stok domestik China menjadi penyangga bagi harga, meski harga diperkirakan bergerak sempit dengan ayunan liar pada pekan pertama setelah libur. Itu satu pandangan dari satu rumah riset.

Yang bisa membuat pembacaan ini salah:

PDF page 4
  • Permintaan solder masih di bawah rata-rata lima tahun, dan musim puncak September kurang memenuhi harapan menurut SMM.
  • Dolar kuat dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lagi sampai Desember, yang dalam data CME FedWatch yang dikutip SMM berpeluang 63% sampai 68%, bisa menekan harga lebih lama dari perkiraan.
  • Bila persetujuan RKAB melonggar dan produksi TINS naik, ekspor Indonesia bisa melampaui 4.670,54 ton dan mengurangi ketatnya pasokan.

Untuk TINS, volume dan harga jual sama-sama menentukan pendapatan. Belum ada data publik yang saya temukan tentang berapa porsi penjualan TINS yang harganya sudah dikunci, sehingga dampak penurunan harga LME ke laba kuartal III belum bisa dihitung dari luar.

Hal yang Masih Belum Pasti

Angka 4.670,54 ton datang dari olahan SMM atas data BPS, dan SMM menyatakan datanya untuk rujukan, bukan rekomendasi keputusan. Penulis belum memverifikasinya langsung ke rilis BPS. Angka Juli dan pangsa "negara lain" adalah hitungan penulis.

Yang perlu dipantau: rilis inflasi AS (CPI September) pada 14 Oktober 2026, yang disebut SMM sebagai jendela makro utama pekan ini; data persediaan timah LME harian dan persediaan sosial China mingguan dari SMM; kelanjutan produksi Man Maw di Myanmar; rilis BPS bulan berikutnya untuk melihat apakah ekspor Indonesia bertahan di atas 4.600 ton; dan laporan keuangan TINS kuartal III 2026 di keterbukaan informasi IDX (jadwalnya perlu dicek di situs IDX), terutama pendapatan dan volume penjualan.


Referensi & Resources:

PDF page 5

Kreator Moco

Penulis

Lanjut menelusuri Komoditas: