Impor Belerang Indonesia Agustus 2026 Anjlok 62,1% dari Juli

Impor belerang Agustus 2026 turun ke 275.300 ton, sementara impor asam sulfat naik ke 72.600 ton. Dua arus itu bergerak berlawanan.

#belerang #asamsulfat #hilirisasi #nikel

Kreator Moco
4 menit baca
Memuat gambar...
Impor Belerang Indonesia Agustus 2026 Anjlok 62,1% dari Juli

Indonesia mengimpor 275.300 ton belerang pada Agustus 2026, turun 62,1% dibanding Juli dan 27,7% dibanding Agustus tahun lalu. Pada bulan yang sama, impor asam sulfat justru naik menjadi 72.600 ton, atau 35,3% lebih tinggi dari Agustus 2025. Angka-angka itu dirilis dalam laporan SMM (metal.com) yang memantau perdagangan logam dan bahan baku industri.

Belerang dan asam sulfat jarang masuk berita pasar, padahal keduanya bahan baku industri pengolahan mineral. Perubahan arus impornya bisa memberi petunjuk tentang aktivitas pabrik di hilir, meski satu bulan data belum cukup untuk menarik kesimpulan.

Angka Impor dan Ekspor Agustus 2026

Menurut SMM, berikut ringkasan perdagangan kedua komoditas itu.

PDF page 1
Komoditas Arus Agustus 2026 Perubahan
Belerang Impor 275.300 ton -62,1% MoM, -27,7% YoY
Belerang Ekspor 139 ton -50,1% MoM
Asam sulfat Impor 72.600 ton +35,3% YoY
Asam sulfat Ekspor tidak ada catatan -

Ekspor belerang sebesar 139 ton nyaris tidak berarti dibanding impornya. Tujuannya Malaysia (115 ton) dan Hong Kong, Tiongkok (24 ton). Indonesia pada dasarnya pembeli bersih untuk kedua bahan ini.

Untuk menaksir skala penurunan, kita bisa menghitung mundur dari persentase SMM. Impor belerang Juli 2026 kira-kira 726.000 ton, dan Agustus 2025 kira-kira 381.000 ton. Keduanya perhitungan penulis, bukan angka yang dipublikasikan SMM.

Dari Mana Belerang Datang

Kanada menjadi pemasok terbesar dengan 76.100 ton, atau sekitar 27,6% dari total impor. Berikutnya Kuwait (50.900 ton), Qatar (36.700 ton), Uni Emirat Arab (31.600 ton), India (26.400 ton), dan Amerika Serikat (24.600 ton). Korea Selatan (6.900 ton), Jepang (5.200 ton), dan Singapura (5.000 ton) menyusul dengan volume jauh lebih kecil.

PDF page 2

Tiga pemasok Timur Tengah, yakni Kuwait, Qatar, dan UEA, menyumbang 119.200 ton atau sekitar 43,3% dari total. Sembilan negara yang disebut angkanya oleh SMM mencakup 263.400 ton. Sisa 11.900 ton datang dari Tiongkok, Arab Saudi, Taiwan, Inggris, Oman, Vietnam, dan Malaysia, tanpa rincian per negara dalam laporan.

Belerang umumnya diperoleh sebagai produk sampingan pengolahan minyak dan gas, sehingga pasokannya mengikuti kilang di negara-negara produsen itu. Konsentrasi pada beberapa pemasok berarti gangguan pengapalan di satu kawasan bisa terasa di Indonesia.

Asam Sulfat: Dua Negara, Satu Bulan

Impor asam sulfat 72.600 ton berasal dari dua negara saja, India (44.100 ton, sekitar 60,7%) dan Korea Selatan (28.500 ton, sekitar 39,3%). Laporan SMM menyebut kenaikan 72.600 ton dibanding bulan sebelumnya, yang berarti tidak ada impor asam sulfat tercatat pada Juli 2026.

PDF page 3

Pola ini menunjukkan impor asam sulfat bersifat sporadis, datang dalam kiriman besar yang tidak setiap bulan ada. Karena itu angka bulanannya sangat bergantung pada jadwal kapal.

Mengapa Pasar Peduli: Kaitan dengan Pengolahan Nikel

Secara umum, belerang dipakai untuk membuat asam sulfat, dan asam sulfat menjadi pelarut dalam proses pelindian bijih nikel laterit bertekanan tinggi (HPAL). Proses itu menghasilkan bahan baku baterai kendaraan listrik. Kaitan ini membuat data belerang dan asam sulfat sering dibaca sebagai indikator kasar kebutuhan sektor hilirisasi nikel.

Laporan SMM yang menjadi dasar tulisan ini tidak merinci pengguna akhir impor Agustus. Hubungan ke emiten tertentu tidak bisa ditarik dari data ini, dan penulis sengaja tidak menandai kode saham mana pun.

PDF page 4

Dua Pembacaan yang Bisa Benar, dan Satu yang Belum Diketahui

Pembacaan pertama: permintaan melemah. Penurunan 62,1% dari Juli dan 27,7% dari tahun lalu bisa mencerminkan pabrik yang mengurangi stok atau memangkas produksi.

Pembacaan kedua: ini soal waktu pengapalan. Juli bisa saja bulan dengan kedatangan kapal yang menumpuk, sehingga Agustus tampak rendah. Impor belerang Juli yang diperkirakan sekitar 726.000 ton memberi dasar untuk dugaan ini, karena angka setinggi itu bisa menjadi titik awal yang membesar-besarkan penurunan.

Ada juga kemungkinan substitusi. Pabrik bisa membeli asam sulfat jadi sebagai pengganti sebagian belerang. Namun data yang tersedia belum cukup untuk membuktikannya, dan kenaikan asam sulfat hanya satu bulan. Belum ada data publik yang memadai untuk menilai alasan di balik pergeseran itu.

PDF page 5

Risiko juga berjalan ke dua arah. Impor yang rendah bisa berarti permintaan lesu bagi pemasok luar negeri, tetapi juga bisa berarti pembeli menunda pembelian menunggu harga turun lalu membeli lebih banyak kemudian.

Yang Perlu Dipantau

Data Agustus hanya satu titik. Ada tiga hal yang bisa diperiksa pembaca sendiri:

  • Data impor September 2026 dari SMM atau Badan Pusat Statistik, untuk melihat apakah belerang kembali ke level Juli atau bertahan rendah.
  • Apakah India dan Korea Selatan kembali muncul sebagai pemasok asam sulfat, atau kiriman Agustus ternyata sekali jalan.
  • Laporan produksi dan keterbukaan informasi emiten pengolah nikel di IDX, yang bisa menunjukkan apakah volume pengolahan berubah.

Referensi & Resources:

Kreator Moco

Penulis

Lanjut menelusuri Komoditas: