Katoda Terner Dapat Pijakan Baru dari Baterai Solid-State

Pangsa terner di pasar baterai daya China tinggal 19% pada 2025. Solid-state membuka ceruk baru, tapi skalanya masih jadi pertanyaan.

#bateraisolidstate #nikel #katodaterner #komoditas #litium

Kreator Moco
7 menit baca
Memuat gambar...
Katoda Terner Dapat Pijakan Baru dari Baterai Solid-State

China memasang baterai kendaraan listrik berkapasitas total 770 GWh sepanjang 2025. Dari angka itu, baterai LFP (lithium iron phosphate) menyumbang 625 GWh atau 81%, naik 53% dibanding tahun sebelumnya. Baterai terner, yang katodanya memakai nikel, kobalt, dan mangan atau aluminium, hanya 145 GWh atau 19%, naik 4%. Angka ini dilaporkan Shanghai Metals Market (SMM) dalam analisis yang terbit 2 Oktober 2026.

Bagi pembaca yang mengikuti harga nikel, kobalt, dan litium, pertanyaannya sederhana: kalau terner terus kehilangan pangsa, apa yang bisa menahan permintaan logam di baliknya? SMM menjawab bahwa baterai solid-state bisa memberi terner posisi kedua, tetapi di ceruk yang lebih sempit. Tulisan ini bagian keenam dari sembilan seri SMM tentang baterai solid-state, dan kita bedah klaimnya satu per satu.

Pangsa yang Menyusut Sejak 2021

Menurut SMM, LFP melampaui terner dalam pangsa pemasangan pada Juli 2021, dan tren itu tidak pernah berbalik. Jurang antara keduanya kini lebih dari empat kali lipat. SMM tidak menyebut lembaga yang menerbitkan data instalasi 2025 tersebut, jadi angkanya sebaiknya dibaca sebagai olahan SMM sampai pembaca memeriksa data asalnya.

Jenis baterai Pemasangan 2025 Pangsa Pertumbuhan tahunan
LFP 625 GWh 81% 53%
Terner 145 GWh 19% 4%

Sumber: SMM, 2 Oktober 2026, atas data pemasangan baterai daya China 2025.

PDF page 1

SMM menilai penyebabnya struktural. Energi per berat yang tinggi menuntut kadar nikel dan kobalt yang tinggi, dan itu berarti biaya lebih mahal serta kimia material yang kurang stabil. Di mobil penumpang arus utama, kebutuhan jarak tempuh sudah terpenuhi oleh LFP lewat pengisian cepat dan paket baterai yang makin besar. Ruang harga premium untuk "kelebihan energi" terner pun menyempit. SMM menyimpulkan terner tidak akan merebut kembali posisi LFP di segmen itu.

Mengapa Solid-State Cocok dengan Katoda Nikel Tinggi

Elektrolit padat bisa dipasangkan dengan katoda bertegangan tinggi dan berkapasitas besar, sekaligus menekan reaksi samping di antarmuka dan risiko thermal runaway (pemanasan berantai di dalam sel). Dengan syarat itu terpenuhi, potensi energi nikel tinggi lebih mudah dimanfaatkan.

Pandangan ini punya pendukung dari kalangan ilmuwan dan industri. SMM mengutip akademisi Chinese Academy of Sciences, Ouyang Minggao, yang menyatakan jalur baterai semua-padat sebaiknya berpusat pada elektrolit sulfida, katoda nikel tinggi, dan anoda silikon-karbon. Produsen material katoda Ronbay Technology, dalam survei institusional yang dirujuk SMM, memperkirakan material nikel ultra-tinggi dan lithium-rich manganese-based akan menjadi arus utama di katoda solid-state. Zhenhua New Materials menyatakan produk nikel tinggi dan ultra-tingginya dapat langsung disesuaikan dengan sistem solid-state.

Ada satu hal yang perlu dicatat dari kutipan di atas: SMM sendiri menulis bahwa lithium-rich manganese-based, bukan sistem terner, akan menjadi katoda utama solid-state di masa depan. Jadi pembaca yang berharap permintaan nikel melonjak karena solid-state perlu melihat dua kemungkinan. Nikel tinggi unggul dalam waktu dekat, sementara material berbasis mangan bisa mengambil alih belakangan.

PDF page 2

Tantangannya juga nyata. SMM menyebut efek lapisan muatan ruang, reaksi samping di antarmuka, dan kegagalan kontak mekanis antara nikel tinggi dan elektrolit padat masih harus diselesaikan. SMM menyebutnya masalah rekayasa, bukan ketidakcocokan mendasar, tetapi itu penilaian SMM dan belum terbukti pada produksi massal.

Solid-Liquid: Pesanan yang Sudah Berjalan

Sebelum baterai semua-padat matang, baterai solid-liquid (campuran elektrolit padat dan cair) menjadi jalur transisi. SMM mencatat SVOLT menetapkan 2026 sebagai tahun pertama baterai solid-liquid, dan CEO-nya, Yang Hongxin, memperkirakan penerapan awalnya di ekonomi ketinggian rendah dan mobil penumpang kelas atas. Tiga contoh yang disebut SMM:

  • Baterai Qilin kondensat dari CATL, dirilis April 2026, memakai katoda nikel ultra-tinggi dan anoda berbasis silikon. Kepadatan energinya 350 Wh/kg dan 760 Wh/L, dengan jarak tempuh hingga 1.500 km pada model mobil yang memakainya.
  • Sel prismatik nikel menengah dan tinggi SVOLT yang sudah diproduksi massal berada di kisaran 247 sampai 270 Wh/kg, dengan tujuan utama mengatasi masalah keselamatan terner.
  • Baterai solid-liquid nikel tinggi REPT Battero mencapai 280 sampai 400 Wh/kg dan menurut SMM sudah masuk produksi massal.

Wh/kg adalah watt-jam per kilogram, ukuran seberapa banyak energi yang tersimpan per berat sel. Semua angka di atas adalah klaim produsen yang dilaporkan SMM, dan SMM tidak menyebut pengujian independen. SMM juga menulis bahwa pemasok katoda sudah mengirim material khusus solid-liquid dalam skala kiloton, mencakup nikel menengah, nikel tinggi, dan lithium nickel manganese oxide, dan sebagian telah dipakai pada mobil listrik kelas atas. Bagi pasar komoditas, ini permintaan nyata, tetapi SMM tidak memberi tonase nikelnya.

Ceruk yang Peka Berat dan Tidak Peka Harga

PDF page 3

Di sinilah argumen SMM paling konkret. Pada eVTOL (pesawat listrik lepas landas vertikal), batas bobot lepas landas membuat energi per berat jadi penghambat utama. SMM mencatat baterai pesawat ketinggian rendah saat ini umumnya nikel tinggi dengan kepadatan sel 300 sampai 360 Wh/kg. Sel silikon tinggi nikel tinggi buatan CALB untuk mobil terbang XPeng mencapai 360 Wh/kg, sekitar 1,5 kali baterai mobil listrik biasa. Farasis Energy, menurut SMM, sudah ditunjuk sejumlah pelanggan eVTOL, termasuk satu produsen terkemuka di Amerika Serikat.

Pada robot humanoid, SMM menulis Tesla Optimus Gen 2 memakai sistem baterai terner nikel tinggi 2,3 kWh yang hanya menopang sekitar dua jam operasi dinamis. Bobot baterai langsung membebani motor sendi, sehingga sel yang lebih ringan punya nilai tersendiri. Farasis disebut sudah mengirim sampel ke beberapa produsen robot humanoid di China dan luar negeri.

SMM juga mengutip CTO CATL, Gao Huan, yang menilai memilih LFP untuk mobil listrik di atas 250.000 yuan sama saja dengan penurunan kelas terselubung. Itu pendapat satu eksekutif produsen terner, jadi pembaca layak menimbangnya dengan kepentingan CATL sendiri.

Dua Arah: Yang Mendukung dan yang Bisa Membuatnya Meleset

Tesis SMM: terner tidak akan "besar lagi" seperti era baterai cair, tetapi bergeser dari komoditas massal menjadi produk spesialis di eVTOL, robot, dan mobil kelas atas. SMM juga memperkirakan sebagian besar tambahan volume terner hingga 2030 datang dari luar China, model kelas atas, dan aplikasi baru.

PDF page 4

Yang bisa membuat pembacaan ini meleset:

  • Skalanya belum diketahui. SMM tidak memberi volume GWh untuk eVTOL atau robot humanoid. Tanpa angka itu, belum jelas apakah ceruk ini mampu mengimbangi pangsa terner yang tergerus di mobil penumpang.
  • Katoda lain bisa lebih unggul. Pernyataan SMM bahwa lithium-rich manganese-based akan jadi katoda utama solid-state berarti nikel bisa kehilangan keuntungan itu.
  • Solid-state belum terbukti massal. Masalah antarmuka dan kontak mekanis masih terbuka, dan data kinerja bergantung pada klaim produsen.
  • LFP juga bergerak. SMM sendiri mencatat LFP terus naik 53% pada 2025, dan pengisian cepat serta paket yang makin besar sudah menutup sebagian kebutuhan jarak tempuh.

Untuk komoditas, jalur transmisinya begini: kalau katoda nikel tinggi bertahan di ceruk premium, permintaan nikel kelas baterai dan kobalt tetap ada, tetapi tumbuh dari basis kecil. Kalau pangsa terner terus tergerus di segmen massal, efeknya ke harga logam lebih ditentukan oleh LFP. Artikel SMM tidak menghitung dampak ke harga nikel, kobalt, atau litium, dan tidak ada angka permintaan logam di dalamnya, jadi belum ada dasar untuk menyimpulkan arah harga.

Membaca Posisi Kedua Terner

Terner menyusut di mobil penumpang arus utama, dan solid-state memberinya jalan masuk ke aplikasi yang menghargai bobot ringan. Saat ini bukti konkretnya adalah produk solid-liquid yang sudah berproduksi dan pengiriman katoda skala kiloton, sedangkan baterai semua-padat masih menunggu penyelesaian masalah antarmuka. Seri SMM berikutnya akan membahas persaingan paten dan industrialisasi di China, Jepang, dan Korea Selatan.

Yang perlu dipantau: volume pemasangan terner dan LFP China pada data semester pertama 2026 dan rilis berikutnya, apakah ada angka GWh untuk eVTOL dan robot humanoid, jadwal produksi massal baterai semua-padat dari produsen yang disebut SMM, serta bagian ketujuh seri SMM yang akan membahas jalur paten dan lokasi industrialisasi.

PDF page 5

Referensi & Resources:

Kreator Moco

Penulis

Lanjut menelusuri Komoditas: